Penelitian Ungkap Evolusi Pola Makan Panda dari Karnivora ke Herbivora
Penelitian yang dilakukan pada 2019 mengungkap bahwa panda raksasa pada masa lalu memiliki pola makan yang jauh lebih beragam dibandingkan sekarang. Nenek moyang panda sebenarnya merupakan pemakan daging, sama seperti beruang pada umumnya.
Meskipun saat ini panda dikenal sebagai pemakan bambu, sistem pencernaan mereka masih bersifat karnivora dan kadang mengonsumsi daging secara sporadis.
Temuan ini menunjukkan bahwa pergeseran panda dari pola makan karnivora ke herbivora tidak terjadi secara tiba-tiba jutaan tahun lalu. Bahkan, panda purba masih menjalani pola makan nabati yang beragam hingga sekitar 5.000 tahun yang lalu sebelum akhirnya beralih hampir sepenuhnya ke bambu.
Fuwen Wei dari Chinese Academy of Sciences menyatakan, "Selama ini ada anggapan umum bahwa panda raksasa hanya mengonsumsi bambu selama dua juta tahun terakhir. Hasil penelitian kami menunjukkan hal yang sebaliknya." Pernyataan ini dipublikasikan dalam jurnal Current Biology.
Para ilmuwan menggunakan analisis komposisi isotop stabil dari gigi, rambut, dan tulang panda untuk mempelajari pola makan dan lingkungan hidup mereka. Metode ini memungkinkan pemahaman yang lebih mendalam tentang perubahan pola makan dari masa ke masa.
Dalam penelitian tersebut, tim meneliti 12 spesimen panda purba yang berasal dari tujuh situs arkeologi di wilayah China selatan, dengan usia sekitar 5.000 hingga 7.000 tahun. Hasil analisis isotop mengindikasikan perbedaan pola makan antara panda purba dan panda modern.
Namun, alasan mengapa panda beralih ke pola makan yang sangat terbatas hanya bambu masih belum diketahui secara pasti. Bambu sendiri bukanlah sumber nutrisi yang kaya sehingga panda harus mengonsumsi dalam jumlah besar, antara 12 hingga 38 kilogram setiap hari.
Akibatnya, panda memiliki metabolisme yang rendah dan gaya hidup yang cukup pasif dibandingkan hewan lain.
Untuk memahami lebih jauh perubahan pola makan ini, para peneliti berencana meneliti lebih banyak fosil panda dari periode setelah 5.000 tahun lalu, meskipun pengumpulan sampel tersebut cukup sulit.
Dr. Wei menambahkan, "Kemungkinan penyebab perubahan ini adalah kombinasi kompleks antara perubahan iklim, peningkatan aktivitas manusia, dan persaingan antarspesies dalam memperebutkan sumber daya."
Penemuan ini memberikan wawasan baru tentang evolusi pola makan panda dan tantangan yang dihadapi spesies ini dalam adaptasi terhadap lingkungan mereka.
Informasi ini dikutip dari Detik iNET dan sumber IFLScience pada 12 Juni 2026.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow