Penemuan Gua di Bromo Dilaporkan ke Pasuruan Usai Viral
Pemerintah Desa Andonosari melaporkan penemuan gua di Lereng Gunung Bromo kepada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Pasuruan pada Kamis (10/9/2026) untuk meminta pemeriksaan struktur lokasi. Langkah ini diambil guna mengantisipasi risiko bahaya akibat lonjakan pengunjung setelah keberadaan struktur tersebut mendadak tular di media sosial, dilansir dari Detikcom.
Gua tersebut sejatinya ditemukan pertama kali oleh seorang penambang batu bernama Ngatimin pada tahun 1994 sebelum dirinya membangun kediaman di area terdekat. Kerentanan struktur tanah akibat bencana longsor di masa lalu membuat pemilik lahan membatasi akses ke dalam rongga bumi tersebut.
Sebelum pembatasan ketat diterapkan, lorong bawah tanah yang memiliki pintu masuk setinggi di bawah satu meter itu kerap digunakan oleh para pengunjung untuk aktivitas spiritual.
"Banyak orang-orang spiritual dan gus-gus datang, mereka mendapatkan gaman (pisau). Katanya ada yang dapat keris, tombak, dan benda lain," jelasnya, dilansir detikJatim, pada Kamis (10/9/2026).
Ngatimin mengaku terkejut saat mengetahui lokasi di dekat kediamannya kini menyedot perhatian publik secara luas di platform digital.
"Saya tidak tahu (siapa yang membuatnya beredar di media sosial," ujar Ngatimin.
Pengamatan warga setempat menunjukkan bahwa lorong tersebut memiliki lebar antara 2,5 hingga 3 meter dengan cekungan bekas aliran air alami. Di dalam area itu juga ditemukan sisa perlengkapan ritual yang umum dijumpai pada kawasan sakral Tengger.
Seorang warga yang sempat masuk ke area dalam, Anang, mengimbau publik untuk tidak memaksakan diri melintasi bagian dalam lorong mengingat potensi bahaya yang ada.
"Meski kelihatannya (strukturnya) kuat, tapi khawatir juga kalau ambrol," kata Anang.
Kepala Desa Andonosari, Pujianto (42), mengambil tindakan resmi dengan menghubungi pihak dinas terkait agar area tersebut segera diperiksa secara teknis.
"Kita sudah laporkan ke dinas terkait, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, harapannya ada tindakan dinas terkait di gua itu. Karena beberapa hari ini, sejak beredar di media sosial, sudah mulai banyak warga yang datang," kata Pujianto, Kamis (10/9/2026).
Pemerintah desa mengharapkan adanya langkah eksplorasi akademis untuk mengidentifikasi status serta fungsi awal dari pembentukan lorong tanah tersebut.
"Harapan ada penelitian lebih lanjut atau penggalian, misalnya, memastikan gua apa. Harapannya gua diamankan dan bisa menjadi sumber pengetahuan baru," jelasnya.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow