Penjualan Sepeda Motor Nasional Turun 6,22 Persen pada Agustus 2026
Penjualan sepeda motor domestik Indonesia pada Agustus 2026 mencapai 596.461 unit, turun 6,22 persen dibandingkan Juli yang tercatat 636.030 unit, menurut data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) dilansir dari Detik Oto.
Meskipun mengalami penurunan bulanan, jika dibandingkan Agustus 2025 penjualan justru naik 3,19 persen atau bertambah 18.420 unit dari 578.041 unit. Total penjualan domestik Januari-Agustus 2026 mencapai 4.462.078 unit, meningkat dari periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 4.269.718 unit.
Rifki Maulana, Manager Public Relations YRA & Community PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), mengatakan fluktuasi penjualan adalah hal wajar di industri otomotif.
"Yang pasti sih tidak jatuh atau turun. Kalau secara year to year masih meningkat. Mungkin ada beberapa faktor di luar kondisi. Namanya market pasti naik turun, itu hal yang wajar dalam pemasaran," ujar Rifki saat ditemui di Grand Wisata Cibeureum National Motocross Circuit, Bekasi, Jumat (11/9/2026).
Rifki menyatakan masih ada alasan untuk optimistis karena penjualan tahunan menunjukkan pertumbuhan.
"Tapi kita sudah cukup optimistis karena memang dari year to year terbukti dari angka yang dirilis ada kenaikan, which is good. Secara total industri otomatis juga ikut terdorong," katanya.
Ketika ditanya penyebab koreksi penjualan Agustus, Rifki menyebut berbagai faktor yang memengaruhi pasar, tidak hanya di Jakarta tapi juga di daerah lain.
"Banyak faktor. Mau bilang Agustus karena Lebaran, kan Lebaran sudah lewat jauh. Banyak faktor lah. Terutama kalau kita lihat tidak hanya di Jakarta, mungkin di area-area seperti masalah panen atau mungkin hal-hal yang lain," ujarnya.
Rifki menambahkan faktor di luar industri juga memengaruhi daya beli masyarakat, tetapi Yamaha berharap tren positif pasar motor berlanjut sampai akhir tahun.
AISI sebelumnya memperkirakan penjualan sepeda motor domestik 2026 berada di kisaran 6,4 juta hingga 6,7 juta unit.
"Semoga tidak ada penurunan yang signifikan di kuartal terakhir," tutup Rifki.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow