Pentagon Lakukan Tes Poligraf Massal Terkait Kebocoran Data Senjata AS
Penyidik pemerintah Amerika Serikat mewajibkan sekitar 50 perwira dan pejabat sipil Staf Gabungan militer di Pentagon menjalani tes poligraf terkait kebocoran informasi rahasia mengenai penipisan stok amunisi akibat perang dengan Iran pada Jumat, 4 September 2026.
Pemeriksaan massal yang menyasar jajaran pimpinan tinggi militer AS tersebut dinilai belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah modern Departemen Pertahanan AS. Langkah agresif ini diambil di tengah kemarahan Presiden Donald Trump atas beredarnya detail sensitif mengenai persediaan senjata canggih di media massa.
Investigasi internal ini berfokus pada potensi adanya pembocor informasi maupun aset intelijen asing, setelah serangkaian laporan media memperingatkan krisis amunisi militer AS. Pemeriksaan tersebut melibatkan pejabat dari Komando Pusat AS (Centcom) serta komandan tempur lainnya, meski Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Dan Caine dilaporkan tidak ikut diperiksa.
"Mengamankan informasi rahasia sangat penting untuk memastikan keselamatan AS dan pasukan kita yang ditempatkan di seluruh dunia," kata Juru Bicara Pentagon, Sean Parnell.
Parnell menambahkan bahwa pihak Departemen Pertahanan AS tidak memberikan tanggapan secara khusus mengenai prosedur pemeriksaan internal tersebut.
"Departemen tidak berkomentar tentang masalah internal personel atau investigasi, tetapi menanggapi semua kebocoran informasi rahasia keamanan nasional dengan sangat serius dan melakukan investigasi yang sesuai," kata Parnell.
Pemeriksaan pendeteksi kebohongan ini mengemuka di bawah kepemimpinan Menteri Pertahanan Pete Hegseth, yang sebelumnya membentuk satuan tugas gabungan bersama Departemen Kehakiman untuk menindak para pembocor data rahasia. Wewenang luas diberikan kepada Kantor Penasihat Umum Pentagon untuk menuntut catatan dan informasi dari seluruh personel dalam tenggat waktu dua hari.
"Ketika kebocoran informasi departemen terjadi, sangat penting bagi kita untuk memberikan informasi yang dapat ditindaklanjuti kepada Departemen Kehakiman dan mitra penegak hukum federal secepat mungkin. Kebocoran informasi mempertaruhkan nyawa," kata Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth.
Gaya kepemimpinan Hegseth yang telah memblokir promosi atau memecat sedikitnya 80 perwira tinggi militer mendapat sorotan tajam dari kalangan hukum dan politik. Mantan pejabat penegak hukum militer menyebut langkah pengujian poligraf skala besar terhadap pejabat senior ini sangat tidak biasa.
"Saya belum pernah melihat poligraf digunakan secara luas atau pada tingkat senioritas seperti ini. Menurut pengalaman saya, ini belum pernah terjadi sebelumnya," kata Mantan Jaksa Agung Angkatan Laut AS, Donald J. Guter.
Kebijakan manajemen di lingkungan Pentagon juga memicu gelombang kritik keras dari jajaran politisi Partai Republik di parlemen yang menilai situasi tersebut mengancam stabilitas manajemen pertahanan nasional.
"Saya belum pernah menyaksikan manajemen yang lebih tidak becus terhadap para pria dan wanita pemberani yang melayani negara kita," kata Senator Partai Republik, Thom Tillis.
Tillis menilai kebijakan internal tersebut justru mengganggu fokus utama kesiapan militer serta mendesak evaluasi terhadap kepemimpinan yang ada.
"Dia merasa terintimidasi oleh kompetensi dan malah memicu perang budaya daripada dengan serius memperhatikan pekerjaan penting pertahanan nasional kita, serta kesehatan dan kesejahteraan pasukan tempur kita," kata Tillis.
Proses investigasi dan tes poligraf terhadap puluhan pejabat Staf Gabungan Pentagon tersebut hingga kini masih terus berjalan secara internal oleh pihak militer tanpa melibatkan FBI.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow