Pentagon Mengaku Gunakan Grok AI untuk Membom Iran

Smallest Font
Largest Font

Departemen Kehakiman Amerika Serikat mengakui dalam persidangan gugatan hukum federal di Mississippi bahwa militer AS telah menggunakan teknologi kecerdasan buatan Grok milik Elon Musk untuk mendukung operasi penyerangan rudal di Iran. Pengakuan tersebut muncul setelah pemerintah melakukan intervensi terhadap gugatan lingkungan yang diajukan oleh NAACP terhadap pusat data xAI di Mississippi, dengan dalih bahwa fasilitas tersebut sangat penting bagi keamanan nasional. Pihak Departemen Kehakiman menyatakan bahwa upaya hukum untuk menghentikan operasional turbin gas alam di fasilitas tersebut dapat mengancam stabilitas strategis negara.

"threatens American national, economic, and energy security" kata Departemen Kehakiman Amerika Serikat.

Pemerintah menambahkan bahwa platform kecerdasan buatan tersebut secara aktif membantu jalannya misi tempur yang dikelola oleh kementerian. "supports the Department of War’s military operations." kata Departemen Kehakiman Amerika Serikat.

Dalam dokumen tambahan, perwira tinggi militer menjelaskan bahwa Pentagon mengintegrasikan sistem komersial xAI yang dimodifikasi ke dalam perangkat lunak Maven Smart Systems untuk memproses citra satelit dan menentukan target serangan udara. "currently relies on derivatives of xAI’s commercial offerings known as the Grok Gov Model," ujar Cameron Stanley, Chief Digital and AI Officer Pentagon.

Stanley menambahkan bahwa penempatan model kecerdasan buatan tersebut disinkronkan langsung dengan infrastruktur intelijen militer. "deployed in Maven Smart Systems (MSS)" ujar Cameron Stanley, Chief Digital and AI Officer Pentagon. Teknologi tersebut diklaim memegang peranan krusial dalam merumuskan keputusan taktis pengeboman di medan perang.

"support vital national security missions, including targeting" ujar Cameron Stanley, Chief Digital and AI Officer Pentagon.

Sistem ini menyatukan berbagai sumber informasi intelijen ke dalam satu dasbor untuk mempermudah komandan mengambil keputusan eksekusi. "intelligence." ujar Cameron Stanley, Chief Digital and AI Officer Pentagon. Pentagon mengklaim model buatan xAI ini memiliki kapabilitas khusus yang tidak dapat digantikan oleh teknologi kompetitor lainnya.

"offers features unique to xAI that are found in no other frontier AI model." ujar Cameron Stanley, Chief Digital and AI Officer Pentagon.

Menurut Stanley, efisiensi operasional militer meningkat drastis selama jalannya Operasi Epic Fury di Iran berkat bantuan teknologi tersebut. "enabled U.S. forces to deploy over 2,000 munitions to 2,000 distinct targets within 96 hours during Operation Epic Fury, a testament to the greatly increased operational efficiency made possible by the Grok Gov Model." ujar Cameron Stanley, Chief Digital and AI Officer Pentagon.

Operasi militer tersebut juga menjadi sorotan setelah sebuah sekolah dasar di Minab, Iran, hancur terkena rudal Tomahawk pada hari pertama serangan akibat kegagalan pembaruan data pada sistem kecerdasan buatan. Di sisi lain, NAACP melayangkan gugatan karena xAI dituduh mengoperasikan puluhan turbin gas metana tanpa izin yang melepaskan polutan berbahaya dan memicu risiko penyakit kronis bagi komunitas kulit hitam di Southaven.

"dozens of unpermitted methane gas turbines" kata NAACP. Pihak aktivis lingkungan menegaskan bahwa operasional korporasi teknologi tidak boleh mengorbankan keselamatan dan kesehatan warga sekitar. "A data center should not be a potential death sentence for a community’s health," ujar Abre’ Conner, Direktur Keadilan Lingkungan dan Iklim NAACP.

Conner menyoroti pola berulang di mana komunitas minoritas kerap dijadikan korban polusi demi dalih inovasi teknologi.

"By looking to evade clear air laws to operate dirty turbines that emit pollution and known carcinogens, these companies are following a shameful, familiar pattern: asking Black and frontline communities to bear the toxic brunt of ‘innovation,’" ujar Abre’ Conner, Direktur Keadilan Lingkungan dan Iklim NAACP. Menanggapi meluasnya penggunaan kecerdasan buatan dalam konflik bersenjata, sejumlah politisi mendesak adanya regulasi ketat agar keputusan fatal tetap berada di tangan manusia. "The most critical decisions affecting our national security and the lives of our service members must always be made by human beings, not unaccountable machines," ujar Kirsten Gillibrand, Senator Amerika Serikat.

Gillibrand memperingatkan bahwa adopsi massal teknologi militer tanpa pengawasan matang bisa memicu dampak bencana global.

"Right now, the Pentagon is moving toward deploying incredibly powerful AI technology without commonsense guardrails in place, which could have catastrophic consequences that make all of us less safe," ujar Kirsten Gillibrand, Senator Amerika Serikat. Ia mendesak kongres untuk segera menetapkan aturan pembatasan penggunaan kecerdasan buatan dalam perang.

"We must act now – not to stifle technological progress, but to establish clear rules of the road that keep humans in charge and keep AI’s use in warfare smart and safe." ujar Kirsten Gillibrand, Senator Amerika Serikat. Sebelum beralih ke Grok, Pentagon sempat menggunakan model Claude buatan Anthropic, namun kerja sama tersebut berakhir akibat perselisihan mengenai jaminan batasan pengawasan domestik.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed