Mengenal Penyebab Karang Gigi Mengeras dan Cara Mengatasinya
Endapan keras berwarna kekuningan atau kecokelatan di sekitar garis gusi dikenal sebagai karang gigi atau dental calculus. Kondisi ini tidak dapat dihilangkan hanya dengan mengandalkan sikat gigi biasa, seperti dilansir dari Detik Health. Pembentukan karang gigi bermula dari plak, yaitu lapisan lengket yang terdiri atas bakteri, sisa makanan, serta komponen saliva.
Plak yang dibiarkan tanpa pembersihan optimal akan mengalami mineralisasi dalam beberapa hari hingga akhirnya mengeras. Karang gigi dikelompokkan menjadi dua tipe berdasarkan lokasi terbentuknya. Karang gigi supragingival berada di atas garis gusi dan terlihat jelas dengan warna putih kekuningan.
Sementara itu, karang gigi subgingival berada di bawah garis gusi dengan warna yang cenderung lebih gelap. Tipe subgingival ini memiliki tingkat risiko lebih tinggi karena letaknya berdekatan dengan akar dan jaringan penyangga gigi.
Alasan Sikat Gigi Tidak Cukup
Pembersihan menggunakan sikat gigi dan benang gigi hanya efektif untuk mengangkat plak yang teksturnya masih lunak. Ketika plak mengeras menjadi karang gigi, strukturnya menyatu sangat erat dengan permukaan enamel.
Teknologi alat khusus dari tenaga profesional medis diperlukan untuk mengikis endapan yang telah termineralisasi tersebut, mengingat sikat gigi biasa tidak dirancang untuk menjangkau dan mengikis lapisan keras ini.
Risiko Peradangan dan Penyakit Gusi
Penumpukan karang gigi yang dibiarkan tanpa penanganan dapat memicu peradangan gusi atau gingivitis. Gejala awal yang muncul meliputi gusi mudah berdarah saat menyikat gigi, gusi bengkak atau memerah, bau mulut persisten, hingga rasa tidak nyaman.
Jika gingivitis tidak ditangani secara tepat, kondisi tersebut berpotensi berkembang menjadi periodontitis. Kerusakan pada jaringan dan tulang penyangga gigi ini dapat mengakibatkan resesi gusi, gigi goyang, hingga risiko kehilangan gigi.
Prosedur Scaling dan Frekuensi Perawatan
Pembersihan karang gigi dilakukan melalui tindakan medis yang disebut scaling. Prosedur ini umumnya memanfaatkan perangkat ultrasonic scaler yang memadukan getaran dan semburan air, serta dapat dibantu alat manual untuk area detail.
Tindakan scaling biasanya berlangsung selama 30 hingga 60 menit tanpa memerlukan pembiusan. Prosedur ini bertujuan mengembalikan kebersihan gigi dan gusi, bukan untuk mengubah warna dasar enamel gigi.
Pasca-tindakan, pasien mungkin merasakan sensasi sensitif sementara atau melihat celah antar-gigi yang lebih terbuka akibat hilangnya endapan karang. Dokter gigi akan menentukan frekuensi kunjungan scaling yang disesuaikan dengan profil risiko kesehatan mulut masing-masing individu.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow