Perang Iran Kurangi Kesiapan Militer AS di Asia dan Eropa
Perang Amerika Serikat dengan Iran mulai menggerus kesiapan militer Washington di Asia dan Eropa, dengan lebih dari 30 kapal dialihkan dari Pasifik ke Timur Tengah dan stok rudal Patriot yang menipis.
Menurut The Washington Post, pejabat Pentagon khawatir konflik berkepanjangan dengan Iran akan melemahkan kemampuan AS menghadapi China di kawasan Indo-Pasifik. Pengalihan aset militer ini memaksa pembatalan latihan amfibi bersama Korea Selatan yang dijadwalkan September 2026.
Sekutu AS di Asia, seperti Taiwan dan Jepang, juga menerima peringatan mengenai keterlambatan pengiriman rudal, termasuk Patriot dan Tomahawk, karena persediaan Pentagon habis digunakan di Timur Tengah.
Di Eropa, persediaan rudal Patriot AS dan NATO dilaporkan berada pada tingkat kritis. Seorang pejabat pertahanan AS di Eropa dan pejabat NATO mengakui kekurangan ini, meskipun NATO membantah klaim tersebut.
"Kami mampu menahan serangan dan memiliki amunisi pertahanan udara yang cukup," ujar Kolonel Martin O’Donnell, juru bicara militer senior NATO, dilansir The Associated Press.
Sementara itu, Juru bicara Pentagon Sean Parnell menegaskan bahwa militer AS tetap memiliki persediaan senjata yang memadai untuk operasi global.
"Kami memiliki semua yang diperlukan untuk menyerang pada waktu dan tempat yang dipilih Presiden," ujar Parnell.
Dokumen Pentagon juga mengungkapkan bahwa persediaan rudal THAAD telah habis, dan pengiriman baru dijadwalkan April 2027. Produksi rudal ini memakan waktu hingga 6,5 tahun, dengan kapasitas saat ini hanya 96 rudal per tahun.
Ed Arnold, peneliti senior di RUSI, menyebut perang di Iran sebagai titik balik yang menguras persediaan rudal AS secara drastis, memperlihatkan keterbatasan rantai pasokan senjata.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow