Peristiwa Rengasdengklok hingga Perumusan Naskah Proklamasi Kemerdekaan RI
Pembacaan naskah Proklamasi pada 17 Agustus 1945 pukul 10.00 WIB menjadi penanda resmi kebebasan Indonesia dari penjajahan. Dikutip dari Detikcom, momen bersejarah tersebut didahului oleh rentetan pergolakan penting dalam durasi 12 jam sebelumnya.
Golongan muda menculik Soekarno dan Moh Hatta ke Rengasdengklok, Karawang, pada dini hari 16 Agustus 1945. Aksi yang didukung komandan PETA Jakarta dan Purwakarta ini bertepatan dengan pembukaan sidang PPKI.
Aksi Pemuda Menteng 31 memboyong kedua tokoh tersebut membuahkan hasil. Achmad Soebardjo dari golongan tua dan Wikana dari golongan muda sepakat untuk segera menyusun proklamasi kemerdekaan.
Persiapan dan Perumusan Naskah Proklamasi
Soekarno dan Hatta kembali ke Jakarta pada 16 Agustus 1945 sekitar pukul 22.00 WIB. Pertemuan di Hotel Des Indes batal terlaksana karena aturan larangan kegiatan selepas pukul 22.00.
Achmad Soebardjo kemudian mengontak Laksamana Tadashi Maeda untuk meminjam kediamannya. Rapat persiapan proklamasi akhirnya digelar di rumah Maeda pada pukul 00.00 dengan dihadiri sekitar 40 hingga 50 orang dari anggota PPKI serta tokoh pemuda.
Mr Iwa Kuwumasumantri sempat mengusulkan judul "Maklumat Kemerdekaan". Namun, ia mengubah usulannya menjadi "Proklamasi" agar menegaskan keputusan tegas atas kebebasan bangsa dari penindasan.
Perumusan teks dimulai menjelang pukul 03.00 WIB pada 17 Agustus 1945 di ruang makan rumah Maeda. Soekarno, Hatta, dan Achmad Soebardjo berdiskusi di meja bundar hingga melahirkan kalimat awal proklamasi.
Teks tersebut kemudian dibacakan di hadapan para pejuang di serambi rumah. Penandatanganan naskah sempat memicu silang pendapat sebelum akhirnya Sayuti Melik mengusulkan agar dokumen tersebut ditandatangani oleh Soekarno dan Hatta saja atas nama bangsa Indonesia.
Pengetikan Teks dan Detik-Detik Proklamasi
Sayuti Melik dipercaya mengetik naskah proklamasi tersebut. Dalam prosesnya, ia melakukan tiga penyesuaian kata: mengubah "tempoh" menjadi "tempo", menyelaraskan frasa "wakil-wakil bangsa Indonesia" menjadi "Atas Nama Bangsa Indonesia", serta merapikan format penulisan hari dan bulan.
Proses perumusan selesai sekitar pukul 04.00 WIB. Pada pukul 05.00 WIB, para tokoh sepakat menyelenggarakan pembacaan proklamasi di kediaman Soekarno, Jalan Pegangsaan Timur No 56 Jakarta, pada pukul 10.00 WIB.
Meski golongan muda sempat mengarahkan massa ke Lapangan IKADA, Soekarno memilih menggelar upacara di rumahnya. Persiapan teknis mendesak langsung dilakukan di lokasi tersebut.
Wakil Wali Kota Soerwijo menginstruksikan Mr Wilopo menyiapkan mikrofon dan pengeras suara. Sementara itu, Sudiro meminta S Suhud menyediakan tiang bendera, yang akhirnya dibuat menggunakan bambu. Di saat bersamaan, Fatmawati menjahit bendera Merah Putih.
Upacara berlangsung sederhana tepat pada pukul 10.00 WIB setelah Mohammad Hatta tiba. Soekarno menyampaikan pidato pengantar singkat sebelum membacakan teks proklamasi, yang dilanjutkan dengan pengibaran Merah Putih diiringi lagu Indonesia Raya.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow