Endrick Hadapi Persaingan Ketat di Real Madrid dan Timnas Brasil

Smallest Font
Largest Font

Penyerang muda Brasil Endrick Felipe Moreira de Sousa menghadapi tantangan besar untuk mengamankan posisi utama di tim nasional Brasil dan Real Madrid pada Juni 2026. Kompetisi ketat ini terjadi akibat dinamika taktik dari pelatih Carlo Ancelotti dan José Mourinho. Dilansir dari Goal, Endrick baru mencatatkan 34 menit bermain selama babak penyisihan grup Piala Dunia bersama tim nasional Brasil.

Pelatih Carlo Ancelotti lebih memilih menurunkan Ryan sebagai pilihan utama setelah Raphinha mengalami cedera serius. Pemain kelahiran Brasília tersebut tercatat hanya tampil sebagai pemain pengganti pada menit-menit akhir pertandingan melawan Haiti dan Skotlandia. Situasi ini memicu sorotan terhadap perkembangan karier sang penyerang di level internasional.

Sementara itu di level klub, surat kabar AS melaporkan adanya potensi pembagian menit bermain antara Endrick dan Gonzalo García. Pelatih baru Real Madrid José Mourinho menginstruksikan manajemen untuk mendatangkan penyerang murni demi menggantikan posisi Kylian Mbappé.

Meskipun demikian, Real Madrid dilaporkan tidak memprioritaskan pembelian penyerang baru di bursa transfer. Manajemen klub tersebut memilih untuk memaksimalkan potensi Gonzalo García dalam mengisi peran penyerang murni. Manajemen Real Madrid menegaskan bahwa Endrick tetap menjadi bagian dari proyek jangka panjang klub untuk musim depan. Namun kehadiran Gonzalo García berpotensi menggeser posisi bermain Endrick ke sektor sayap kanan.

Peluang Endrick di posisi sayap kanan terbuka karena cedera panjang yang dialami Rodrygo. Rencana ini juga didukung oleh potensi peminjaman pemain muda lainnya yaitu Mastantono yang belum memenuhi ekspektasi performa klub. Sebelumnya, karier Endrick di Spanyol sempat mengalami pasang surut yang signifikan. Pada musim pertama di bawah asuhan Ancelotti, ia mencetak tujuh gol dan satu assist meski bermain kurang dari 1.000 menit.

Memasuki musim kedua, cedera menghambat performanya sehingga pelatih Xabi Alonso lebih memilih Gonzalo García. Kondisi tersebut membuat Real Madrid meminjamkan Endrick ke Lyon pada bursa transfer musim dingin. Bersama Lyon, Endrick sukses membuktikan kemampuannya dengan membukukan delapan gol dan delapan assist.

Catatan impresif tersebut menjadi alasan utama pemanggilan dirinya ke skuad Piala Dunia dan memastikan tempat kembali di Real Madrid. Berdasarkan laporan profil dari Kumparan, bakat besar pemain berusia 19 tahun ini sudah terlihat sejak mencetak gol-gol penting untuk Palmeiras. Real Madrid bahkan sudah menyepakati transfer sang pemain sejak ia masih berusia 16 tahun.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed