Pertamina Siapkan Pengalihan Jalur Distribusi BBM di Kalimantan Barat

Smallest Font
Largest Font

PT Pertamina Patra Niaga menyiapkan skema distribusi darurat akibat pendangkalan alur dan penurunan debit air Sungai Kapuas yang mengganggu pengiriman bahan bakar minyak di Kalimantan Barat, sebagaimana dilansir dari Detik Finance pada Selasa (17/2/2026).

Pendangkalan sungai tersebut menyebabkan kapal tanker penyalur energi kandas, khususnya pada jalur pengiriman menuju Fuel Terminal area Sanggau dan Sintang.

Anggota Komite Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Fathul Nugroho menjelaskan bahwa opsi penggunaan tongkang terapung atau floating barge sebagai dermaga sementara sedang dibahas agar proses bongkar muat ke mobil tangki tetap berjalan.

"Terkait dengan distribusi BBM untuk Kalimantan Barat ini ada sedikit gangguan akibat pendangkalan alur Sungai Kapuas dan debit airnya yang turun, sehingga kapal tanker BBM kandas, terutama di Fuel Terminal Sanggau dan Sintang. Mudah-mudahan dari hasil diskusi dan paparan dari Pertamina Patra Niaga sudah disiapkan skema alternative dan emergency suplainya bisa berjalan dengan baik," kata Fathul saat ditemui di Integrated Terminal (IT) Pontianak, Selasa (17/2/2026).

Pihak Pertamina mengambil langkah pengalihan moda transportasi ke jalur darat demi memastikan ketersediaan energi bagi masyarakat tidak terputus.

"Ini adalah sebuah force majeure. Kalau kita melihat biasanya sungai yang kemudian digunakan untuk jalur kapal mengirimkan BBM, ternyata kering, mau tidak mau, maka kita harus melakukan yang namanya kontinjensi plan," ujar Corporate Secretary PPN Roberth MV Dumatubun saat ditemui di Cilacap, Jakarta Pusat, Kamis (10/9/2026).

Pengalihan armada pengiriman menggunakan armada mobil tangki darat ini diperkirakan membutuhkan waktu tempuh yang lebih panjang dibandingkan alur sungai.

"Jadi, kalau lewat sungai misalnya satu hari, tapi kalau lewat darat dengan menggunakan mobil tangki, kemungkinan lebih dari satu hari. Tapi BBM-nya semaksimal mungkin kami berkomitmen untuk menyampaikan," jelaskannya.

Pertamina mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aksi penimbunan atau pembelian berulang di SPBU untuk dijual kembali dengan harga tinggi di tengah fenomena alam El Nino.

"Jangan memanfaatkan dengan misalnya jalur sungainya kering. Kemudian terjadi pembelian berulang di SPBU yang kemudian dijual kembali dengan harga mahal. Ini kami sangat menyayangkan bagaimana masyarakat sudah berhadapan dengan El Nino, mereka butuh energi, tapi kemudian ada pihak-pihak yang justru memanfaatkan," terang Roberth.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed