Pertamina Percepat Transisi Energi Bersih dengan Bioetanol dan B50

Smallest Font
Largest Font

PT Pertamina (Persero) memperkuat strategi transisi energi bersih untuk menjaga ketahanan energi nasional di tengah ketidakpastian geopolitik global yang memengaruhi harga dan pasokan minyak dunia, Kamis (27/8/2026).

Direktur Transformasi & Keberlanjutan Bisnis Pertamina, Agung Wicaksono, menyatakan Indonesia memiliki keunggulan berupa kekayaan alam dan tanah subur yang menjadi modal dalam mengembangkan bahan bakar ramah lingkungan berbasis tanaman dalam negeri.

"Semakin banyak kita produksi dari dalam negeri, semakin sedikit kita impor. Apalagi sekarang situasi dunia lagi tidak baik-baik saja. Sebisa mungkin produksi kita dari dalam negeri untuk ketahanan energi," ujar Agung dalam Pertamina Talks Episode 2 di Jakarta Selatan.

Transisi energi ini diwujudkan melalui peluncuran Pertamax Green 95, bahan bakar minyak dengan campuran bioetanol 5% yang berasal dari pengolahan molases tebu. Selain itu, Pertamina memperkuat implementasi Biosolar 50% atau B50 yang merupakan campuran solar dengan minyak sawit mentah hingga 50%.

Menurut Agung, langkah ini tidak hanya memperkuat cadangan devisa tetapi juga memutus ketergantungan pasokan energi impor secara berkelanjutan.

"Jadi B50 tadi hitungan kita menambah lapangan kerja sekitar 2,1 juta. Kemudian tadi penghematan karena kita tidak lagi impor itu Rp 170 triliun, dan emisi karbonnya yang bisa ditekan itu sekitar 44 juta ton CO2 dengan program B50 ini," terang Agung, dilansir dari Detik Finance.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed