Pertamina Turunkan Harga BBM Nonsubsidi Per Juli 2026

Smallest Font
Largest Font

PT Pertamina Patra Niaga resmi menurunkan sejumlah harga bahan bakar minyak (BBM) jenis nonsubsidi seperti Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex di seluruh Indonesia mulai Minggu, 5 Juli 2026.

Meskipun beberapa produk mengalami penurunan, Pertamina memilih untuk menahan harga Pertamax RON 92 tetap sebesar Rp16.250 per liter untuk wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara sejak penyesuaian terakhir pada 10 Juni lalu. Penurunan harga BBM jenis gasoil dan RON 98 ini juga diikuti oleh sejumlah perusahaan penyedia SPBU swasta seperti Shell, Vivo, dan BP-AKR.

Kebijakan menahan harga Pertamax dinilai rasional oleh para ekonom meskipun harga minyak dunia mengalami penurunan perlahan. Evaluasi berkala dilakukan Pertamina dengan mempertimbangkan dinamika pasar internasional dan pemulihan margin setelah menanggung kerugian pada periode sebelumnya.

"Ketika pertamax dinaikkan menjadi Rp16.250 pada Juni lalu, harga tersebut sebenarnya masih berada di bawah harga yang disiratkan formula karena harga produk BBM dunia saat itu sedang sangat tinggi," kata Ekonom Universitas Padjadjaran Yayan Satyakti.

Yayan menjelaskan bahwa keputusan tersebut merupakan bagian dari strategi penyelarasan harga yang diterapkan badan usaha milik negara tersebut. Formula perhitungan internal memproyeksikan harga ke depan akan stabil di kisaran tersebut guna menjaga keseimbangan fiskal.

"Pertamina menyerap kerugian ketika itu, sehingga saat harga minyak turun, margin tersebut dipulihkan dengan menahan harga pertamax, bukan langsung menurunkannya," ujar Yayan Satyakti.

Ia menambahkan, jika harga diturunkan secara langsung, dampak positif utamanya hanya berupa penurunan inflasi jangka pendek, sementara beban subsidi negara untuk BBM jenis lain masih tetap besar.

"Jika pertamax dipangkas ke formula, estimasi pass-through kami menyiratkan sekitar −0,4 poin persentase dari inflasi selama tiga bulan (pelonggaran tahunan dari 3,34 persen menuju sekitar 2,9 persen), jika ditahan, dampaknya nihil dan seluruh penurunan minyak mengalir ke anggaran dan ke pemulihan margin Pertamina," kata Yayan Satyakti.

Langkah penyesuaian berkala ini disebut telah sesuai dengan koridor hukum dan koordinasi lintas sektor bersama pemerintah selaku regulator.

"Sesuai yang kita ketahui penyesuaian harga BBM nonsubsidi mengacu pada dinamika harga pasar minyak dunia dan mengikuti regulasi atau mekanisme yang berlaku. Tentunya langkah penyesuaian ini telah dikoordinasikan dengan pemerintah," kata Vice President Corporate Communication Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora.

Pertamina juga berkomitmen menjaga pasokan serta kualitas dari bahan bakar yang didistribusikan kepada para konsumen di berbagai daerah.

"Selain menghadirkan harga yang kompetitif, kami juga terus memastikan kualitas produk sesuai spesifikasi sehingga masyarakat memperoleh manfaat optimal, baik dari sisi performa kendaraan maupun efisiensi penggunaan bahan bakar," kata Kitty Andhora.

Perbedaan harga BBM nonsubsidi antarwilayah masih terjadi yang dipicu oleh faktor letak geografis serta biaya rantai pasok logistik. Di wilayah Sumatera, harga Pertamina Dex tertinggi menyentuh Rp22.100 per liter di beberapa provinsi seperti Riau dan Sumatera Barat, sedangkan Bio Solar subsidi tetap seragam sebesar Rp6.800 per liter.

Daftar Harga BBM Gasoil Pertamina di Sumatera per 1 Juli 2026
WilayahPertamina DexDexliteBio Solar Subsidi
AcehRp21.650Rp20.150Rp6.800
FTZ Sabang-Rp18.450Rp6.800
Sumatera UtaraRp21.650Rp20.150Rp6.800
Sumatera BaratRp22.100Rp20.550Rp6.800

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team

What's Your Reaction?

  • Like
    1
    Like
  • Dislike
    1
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed