Pertamina Turunkan Harga Tiga BBM Nonsubsidi Per 1 Juli 2026
PT Pertamina Patra Niaga resmi menurunkan harga sejumlah bahan bakar minyak nonsubsidi meliputi Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex di SPBU seluruh Indonesia yang mulai berlaku pada penyesuaian berkala per Rabu, 1 Juli 2026.
Langkah penurunan harga ini diputuskan di tengah melandainya harga minyak mentah dunia, meskipun perusahaan tetap mempertahankan tarif untuk produk Pertamax, Pertamax Green 95, serta kategori subsidi seperti Pertalite dan Biosolar.
Penyesuaian tarif bervariasi di setiap wilayah karena pengaruh besaran Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor yang ditetapkan pemerintah daerah, seperti di Jakarta di mana Pertamax Turbo menjadi Rp19.300 dan Dexlite Rp19.700 per liter.
"Sesuai yang kita ketahui penyesuaian harga BBM nonsubsidi mengacu pada dinamika harga pasar minyak dunia dan mengikuti regulasi atau mekanisme yang berlaku. Tentunya langkah penyesuaian ini telah dikoordinasikan dengan pemerintah," jelas Kitty dalam keterangan resmi, Selasa (30/6/2026).
Pihak manajemen menambahkan bahwa evaluasi rutin tersebut senantiasa mempertimbangkan keseimbangan aspek fiskal negara, perkembangan harga komoditas global, serta kemampuan daya beli masyarakat luas.
Di sisi lain, kebijakan mempertahankan harga Pertamax pada nominal Rp16.250 per liter untuk wilayah Jawa dinilai sejalan dengan langkah stabilisasi pasar setelah sempat mengalami kenaikan signifikan pada pertengahan Juni lalu.
"Ketika pertamax dinaikkan menjadi Rp16.250 pada Juni lalu, harga tersebut sebenarnya masih berada di bawah harga yang disiratkan formula karena harga produk BBM dunia saat itu sedang sangat ..." kata Yayan Satyakti, Ekonom Universitas Padjadjaran.
Yayan menilai keputusan manajemen Pertamina untuk belum memangkas harga Pertamax tersebut sangat rasional sebagai bagian dari penerapan strategi penghalusan harga dari fluktuasi pasar global.
Respons positif juga datang dari pemerintah pusat yang memproyeksikan penurunan harga komoditas energi ini dapat memitigasi risiko pembengkakan laju inflasi nasional pada bulan-bulan berikutnya.
"Saya harapkan sih nanti setelah harga minyak dunia kan udah turun pelan-pelan juga kan, harga Pertamax saya yakin akan turun pelan-pelan itu sesuai dengan harga minyak dunia. Jadi itu tekanan ke inflasi akan segera berkurang," ungkap Purbaya di Kantor Kemenkeu, Rabu (1/7/2026).
Menteri Keuangan menerangkan bahwa lonjakan indeks harga konsumen akhir-akhir ini dipicu faktor musiman dan gejolak harga pangan, sementara kondisi inflasi inti nasional masih sangat aman pada angka 2,76 persen.
"Ya basically gitu, kita liat inflasi core-nya 2,76% kan masih relatif terkendali. Jadi itu karena harga yang fluktuatif aja, minyak, BBM, dan tadi harga pangan mungkin. Itu harusnya akan hilang dalam waktu beberapa bulan ke depan karena core-nya masih stabil. Jadi kenaikannya bukan karena demand yang terlalu cepat," ujarnya.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, pergerakan inflasi bulanan pada Juni 2026 tercatat sebesar 0,44 persen, yang mengerek tingkat inflasi tahunan ke level 3,34 persen akibat kenaikan Indeks Harga Konsumen dari 111,40 menjadi 111,89.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow