Perundingan Amerika Serikat dan Iran Dimulai di Swiss di Tengah Krisis Selat Hormuz

Smallest Font
Largest Font

Negosiasi tingkat teknis antara Amerika Serikat dan Iran dijadwalkan mulai berlangsung di Bürgenstock, Swiss pada Minggu, 21 Juni 2026, guna membahas program nuklir Tehran setelah negara tersebut menutup Selat Hormuz. Langkah penutupan jalur maritim penting tersebut diumumkan oleh komando militer gabungan Iran pada Sabtu sebagai protes atas berlanjutnya agresi militer Israel di Lebanon dan kegagalan AS menghentikan perang. Pemerintah Pakistan bertindak sebagai mediator utama dalam dialog ini bersama penengah dari Qatar, sementara militer AS melaporkan lalu lintas kapal dagang di selat tersebut masih berjalan dengan 55 kapal melintas pada hari Sabtu. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Bagahei mengisyaratkan bahwa perkembangan hasil pertemuan sangat bergantung pada pemenuhan komitmen kesepakatan oleh pihak Amerika Serikat.

"This trip is therefore about demanding that the other side fulfill its obligations," kata Esmail Bagahei, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran.

Esmail Bagahei menambahkan bahwa negosiasi menuju kesepakatan final baru akan berjalan setelah komitmen-komitmen utama dipenuhi. "then the memorandum of understanding as a whole will be jeopardized," ujar Esmail Bagahei, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran.

Di pihak lain, Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance mengonfirmasi kehadiran tim negosiator utama mereka, Jared Kushner dan Steve Witkoff, yang sudah berada di Swiss untuk merinci detail teknis perundingan. "it’s always a delicate coordination dance," kata JD Vance, Wakil Presiden Amerika Serikat kepada Fox News terkait rencana keberangkatannya sendiri dalam beberapa hari ke depan.

Sementara itu, eskalasi bersenjata di Lebanon kian intensif setelah serangan udara Israel di wilayah selatan menewaskan sedikitnya 16 orang pada Sabtu, sehingga total korban jiwa konflik Israel-Hezbollah melampaui 4.000 orang berdasarkan data Kementerian Kesehatan Lebanon. Seorang pejabat Hezbollah yang tidak ingin disebutkan namanya menyatakan kepada The Associated Press mengenai persyaratan pembukaan kembali Selat Hormuz. "comprehensive ceasefire," kata pejabat Hezbollah tersebut terkait tuntutan penghentian operasi militer Israel secara terbuka. Dari pihak Israel, Duta Besar Israel untuk Washington Yechiel Leiter sempat menyatakan posisi negaranya mengenai kesiapan gencatan senjata asalkan Hezbollah menghentikan serangan.

"remains firmly committed to an immediate ceasefire," kata Yechiel Leiter, Duta Besar Israel untuk Washington pada Jumat.

Di sisi lain, kelompok Hezbollah menegaskan kesiapan mereka dalam mematuhi kesepakatan damai namun menuduh militer Israel telah melakukan serangkaian pelanggaran. "Our entire lives would change if there’s a ceasefire," kata Hussein Khoshman, seorang warga kota Tyre, Lebanon selatan kepada The Associated Press.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed