Petugas ICE Ditahan Istri Pendukung Trump di Bandara Burbank

Smallest Font
Largest Font

Petugas Imigrasi dan Penegakan Hukum AS (ICE) menahan warga negara Rusia, Galina Bobreneva, di Bandara Burbank, California, saat baru mendarat bersama suaminya, Brent Jindra, seorang pemilih setia Donald Trump.

Penangkapan tersebut berlanjut pada penahanan Bobreneva di Fasilitas Pemrosesan ICE Adelanto sebelum akhirnya dibebaskan dengan jaminan sebesar 35.000 dolar AS dan dipasangi pemantau pergelangan kaki setelah melalui pertarungan hukum selama 16 hari.

Jindra, seorang salesman teknologi berusia 48 tahun yang mendukung Trump dalam tiga pemilu karena janji penegakan imigrasi tegas, menyampaikan keheranannya atas tindakan aparat terhadap istrinya yang sedang memproses permohonan green card berbasis pernikahan.

"Seorang warga negara AS baru saja melihat istrinya diseret dan tidak tahu ke mana dia dibawa," kata Brent Jindra, pemilih Donald Trump.

Ia menambahkan bahwa istrinya tidak melanggar hukum saat masuk ke Amerika Serikat.

"Dia tidak melompati tembok, dia tidak berenang menyeberangi sungai. Dia masuk lewat pintu depan Trump yang besar dan indah," ujar Brent Jindra, pemilih Donald Trump.

Jindra menegaskan bahwa dukungan politiknya dulu tidak ditujukan untuk penindakan terhadap warga yang masuk secara legal.

"Daya tarik kampanye MAGA adalah seputar masuknya penjahat secara ilegal. Tidak pernah ada mandat bagi presiden ini untuk mengarahkan laras senapan dan mulai mengejar orang-orang yang masuk secara legal," kata Brent Jindra, pemilih Donald Trump.

Ia juga mengungkapkan ketakutan yang kini dirasakannya di negara sendiri.

"Kami hidup dalam ketakutan di negara saya sendiri," ujar Brent Jindra, pemilih Donald Trump.

Bobreneva masuk ke AS pada akhir 2021 dengan visa turis, memperpanjangnya akibat perang di Ukraina, mengajukan suaka pada 2022, lalu menikah dengan Jindra pada Desember 2025 sebelum mengajukan sponsor green card pada April.

Di sisi lain, Bobreneva membeberkan kondisi penahanan di fasilitas Adelanto yang dinilainya sangat tidak manusiawi.

"Saya merasa seperti sepotong daging, bukan seperti manusia," kata Galina Bobreneva, istri Brent Jindra.

Departemen Keamanan Dalam Negeri AS (DHS) menegaskan bahwa Bobreneva merupakan warga asing ilegal yang ditangkap karena melebihi masa tinggal izin visanya.

"Untuk diperjelas, otorisasi kerja atau permohonan yang sedang diproses TIDAK memberikan status hukum di Amerika Serikat," kata juru bicara, Departemen Keamanan Dalam Negeri AS.

Pihak DHS juga membantah klaim mengenai kondisi buruk di fasilitas penampungan tersebut.

"Klaim apa pun yang menyatakan bahwa terdapat kondisi di bawah standar di fasilitas pemrosesan ICE Adelanto adalah SALAH. Semua tahanan diberikan makanan, air, perawatan medis yang layak, dan memiliki kesempatan untuk berkomunikasi dengan anggota keluarga dan pengacara mereka," ujar juru bicara, Departemen Keamanan Dalam Negeri AS.

Persidangan pertama Bobreneva dijadwalkan berlangsung pada 22 Oktober mendatang untuk menentukan status deportasinya.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed