PLN EPI Teguhkan Ketahanan Energi Nasional Lewat Perjanjian Gas
PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) menandatangani empat perjanjian jual beli gas dan LNG dengan pelaku industri migas nasional serta internasional dalam ajang IPA Convex 2026 di Banten, Rabu (20/5/2026). Langkah strategis ini dilakukan untuk memperkuat keandalan pasokan energi primer bagi pembangkit listrik sekaligus mendukung transisi energi di Indonesia.
Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo menjelaskan bahwa korporasi kini telah bertransformasi menjadi perusahaan energi berbasis digital yang mengelola seluruh ekosistem energi primer hingga pelayanan pelanggan. Sektor hulu migas didukung penuh oleh perusahaan melalui kepastian posisi sebagai pembeli jangka panjang.
"PLN terus mendukung pengembangan lapangan gas dengan menjadi pembeli jangka panjang untuk memastikan keekonomian hulu migas terpenuhi. Keberlangsungan industri gas menjadi sangat penting dalam memastikan penyediaan listrik yang andal, efisien dan lebih hijau," kata Darmawan Prasodjo, Direktur Utama PT PLN (Persero).
Kesepakatan yang ditandatangani mencakup dua perjanjian jual beli LNG jangka panjang serta dua perjanjian jual beli gas (PJBG). Salah satunya adalah kesepakatan prinsip dengan Masela PSC Contractor Parties untuk kontrak berdurasi 15 tahun sejak komersialisasi proyek dimulai.
"Penandatanganan kedua kontrak jual beli LNG jangka panjang ini memastikan adanya tambahan 48,5 juta ton atau sekitar 840 kargo LNG untuk periode 2027-2047 dalam mendukung transisi dan ketahanan energi nasional," ujar Rakhmad Dewanto, Direktur Utama PLN EPI.
Nilai transaksi dari keseluruhan kerja sama ini diperkirakan mencapai Rp360 triliun. Kerja sama tersebut menjadi pembuka jalan bagi pengembangan lapangan gas baru di Blok Masela Maluku serta kawasan Muara Bakau, East Sepinggan, Ganal, dan West Ganal di Kalimantan Timur.
"With perkiraan nilai transaksi sebesar Rp360 triliun, kesepakatan ini akan menjadi salah satu pembuka jalan pengembangan lapangan gas baru baik di Masela yang ada di Maluku maupun lapangan gas Muara Bakau, East Sepinggan, Ganal dan West Ganal di Kalimantan Timur," kata Rakhmad Dewanto, Direktur Utama PLN EPI.
Selain kontrak LNG, PLN EPI juga menyepakati pasokan gas sebesar 7-10 MMSCFD dengan Saka Indonesia Pangkah Limited untuk periode 2026-2029 bagi PLTGU Gresik. Langkah penandatanganan ini juga diikuti dengan amandemen kontrak pasokan bersama PT Pertamina (Persero) untuk wilayah Tanjung Batu dan Bontang.
"PLN EPI terus memperkuat sumber pasokan energi primer yang andal dan kompetitif agar kebutuhan pembangkit dapat terpenuhi secara berkelanjutan sekaligus mendukung terwujudnya ketahanan energi nasional," tutur Rakhmad Dewanto, Direktur Utama PLN EPI.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia secara terpisah meminta Badan Pengelola Investasi Danantara ikut mengoptimalkan penyerapan gas dari Blok Masela melalui BUMN energi. Keterlibatan domestik ini diproyeksikan memberikan kepastian pasar bagi para kontraktor kontrak kerja sama di tengah dinamika global.
"Nah, dalam perspectiva itu, untuk yang baru, ada Inpex, ada beberapa K3S yang muncul untuk gas, kalau sudah dipasarkan di luar negeri, dan kemudian mereka masih lambat, saya sudah minta untuk Danantara dalam hal ini PLN, PGN, maupun beberapa perusahaan lain yang untuk offtaker-nya dalam negeri, kita beli, supaya bisa ada kepastian offtaker, agar semuanya bisa berjalan," kata Bahlil Lahadalia, Menteri ESDM.
Pemerintah memprioritaskan pemenuhan bahan baku industri dan pembangkit listrik di dalam negeri sebelum membuka peluang ekspor ke luar negeri. Kebijakan pengamanan ini selaras dengan target peningkatan produksi migas nasional yang dicanangkan untuk tahun 2029-2030.
"Supaya bisa ada kepastian offtaker, agar semuanya bisa berjalan," ujar Bahlil Lahadalia, Menteri ESDM.
Pihak kementerian menegaskan bahwa seluruh potensi domestik harus dikerahkan secara optimal untuk mengisi kebutuhan energi dalam negeri.
"Biarlah kebutuhan dalam negeri kita putar otak," ucap Bahlil Lahadalia, Menteri ESDM.
Di sisi lain, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) juga memperluas portofolionya dalam ajang yang sama dengan menandatangani Joint Study Agreement (JSA) teknologi Carbon Capture and Storage (CCS). Studi bersama PT Pertamina (Persero), PT Pertamina Hulu Energi, dan PT Pupuk Indonesia (Persero) ini difokuskan pada pengembangan amonia rendah karbon di wilayah Jawa Barat dan Jawa Timur.
“Dalam kerja sama CCS ini, PGN mengambil peran sebagai penyedia transportasi CO₂. Langkah ini merupakan salah satu pilar penting dalam strategi step out PGN untuk memperluas portofolio bisnis ke ranah energi bersih dan dekarbonisasi,” jelas Hery Murahmanta, Direktur Infrastruktur dan Teknologi PGN.
PGN berencana memanfaatkan infrastruktur jaringan pipa gas eksisting serta hak perlintasan (right of way) yang dimilikinya untuk mempercepat integrasi proyek dekarbonisasi ini.
“Kerja sama ini merupakan wujud nyata PGN dalam mengintegrasikan infrastruktur gas bumi dengan teknologi masa depan guna menekan emisi karbon. Pemanfaatan ROW jalur pipa eksisting akan mempercepat integrasi ekosistem CCS secara efisien, sekaligus menegaskan peran kami sebagai transporter utama CO₂ ke depan,” kata Hery Murahmanta, Direktur Infrastruktur dan Teknologi PGN.
Selain proyek CCS, PGN mengamankan sejumlah perpanjangan kontrak gas pipa domestik termasuk dari Wilayah Kerja Corridor, Husky-CNOOC Madura Limited, dan kesepakatan awal dengan Medco E&P Sakakemang.
“PGN terus memperkuat pengelolaan pasokan gas bumi secara terintegrasi melalui kombinasi pasokan gas pipa dan LNG yang bersumber dari dalam negeri. Strategi ini menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam menjaga keberlanjutan penyaluran energi gas bumi sekaligus meningkatkan fleksibilitas pemenuhan kebutuhan pelanggan di berbagai wilayah,” kata Fajriyah Usman, Corporate Secretary PGN.
Seluruh kombinasi pasokan ini diharapkan memperkuat kapasitas distribusi gas bumi PGN ke wilayah ekonomi baru maupun pusat industri eksisting di Indonesia.
“Kerja sama ini semakin mempertegas peran PGN sebagai integrator infrastruktur dan pasokan gas bumi nasional. Melalui pengelolaan pasokan yang terintegrasi, PGN bersama Pertamina Group berupaya menjaga keandalan energi nasional sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi dan transisi menuju energi yang lebih rendah emisi,” ujar Fajriyah Usman, Corporate Secretary PGN.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow