PLN Padamkan Listrik Bergilir di Bandung Raya Akibat Gangguan Pembangkit
PT PLN (Persero) memberlakukan manajemen beban berupa pemadaman listrik bergilir di sejumlah wilayah Bandung Raya, Jawa Barat, pada Rabu (17/6/2026). Langkah ini diambil menyusul terjadinya kendala teknis operasional pada pembangkit yang memicu penurunan kapasitas suplai listrik.
Kondisi penurunan pasokan tersebut dikonfirmasi oleh Manager Komunikasi PLN Unit Induk Distribusi Jawa Barat, Nurmalitasari. Berdasarkan laporan detikJabar, pemadaman melanda beberapa area mulai dari Kecamatan Buahbatu hingga Ujungberung di Kota Bandung, serta Padalarang di Bandung Barat hingga Cilengkrang di Kabupaten Bandung.
"PLN saat ini tengah mengerahkan seluruh sumber daya untuk menjaga keandalan sistem kelistrikan menyusul adanya kendala teknis operasional pada pembangkit yang menyebabkan penurunan kapasitas suplai listrik," kata Nurmalitasari dalam keterangan resmi yang diterima detikJabar.
Untuk mengantisipasi kerusakan sistem kelistrikan yang lebih luas, PLN terpaksa membatasi penyaluran energi secara berkala ke permukiman warga. Petugas di lapangan diklaim terus mempercepat perbaikan fasilitas pembangkit yang bermasalah.
"Untuk menjaga stabilitas dan keandalan sistem kelistrikan, PLN melakukan manajemen beban secara terbatas di sejumlah wilayah terdampak serta terus mengupayakan percepatan pemulihan kondisi operasi pembangkit agar pasokan listrik dapat kembali normal," jelas Nurmalitasari.
Akibat penghentian aliran listrik ini, operasional rumah tangga, kegiatan usaha kecil, hingga penggunaan perangkat kerja masyarakat menjadi terhambat. Pihak manajemen berjanji akan terus memperbarui informasi mengenai tahapan normalisasi jaringan.
"PLN menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi," tutur Nurmalitasari.
Manajemen berjanji untuk terus memperbarui data perkembangan penanganan gangguan ini melalui saluran komunikasi internal perusahaan.
"Perkembangan proses penanganan dan pemulihan akan terus kami informasikan melalui kanal komunikasi resmi perusahaan," pungkas Nurmalitasari.
Di sisi lain, keluhan masyarakat bermunculan karena pemberitahuan pemadaman dinilai sangat mendadak. Dilansir dari jabar.idntimes.com, warga Kabupaten Bandung bernama Setia mengeluhkan risiko rusaknya bahan makanan di dalam kulkas akibat matinya aliran daya tanpa pengumuman awal.
"Kalau diinfokan dulu kan kami bisa bersiap gitu," kata Setia, Rabu (17/6/2026).
Kekhawatiran kerusakan perangkat elektronik seperti komputer juga diutarakan oleh Sirojul di tempat kerjanya. Pengguna listrik lain, Fatimah, mengeluhkan kondisi ruangan yang menjadi panas akibat pendingin udara mati total selama pemadaman.
"Sekarang jadi sering digilir kalau mati listrik," paparnya.
Merespons situasi ini, Pakar Sistem Tenaga Listrik Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI) ITB, Dr. Ir. Kevin Marojahan Banjar Nahor, menjelaskan bahwa cuaca panas ekstrem memperburuk ketahanan energi nasional. Fenomena El Nino memicu lonjakan beban puncak sekaligus menurunkan kapasitas produksi listrik.
"El Nino yang membawa kekeringan ekstrem diprediksi akan memukul sistem kelistrikan dari dua sisi. Pertama, konsumsi listrik meningkat karena cuaca panas membuat penggunaan AC melonjak," kata Kevin.
Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) besar di Jawa Barat seperti Saguling dan Cirata terancam mengalami penurunan performa secara drastis. Penyusutan debit air waduk selama kemarau panjang membatasi ruang gerak operasional turbin.
"Pasokan listrik juga bisa turun karena debit air menyusut tajam," ujarnya.
Sebagai solusi jangka panjang, operator jaringan didorong untuk segera menjalankan program diversifikasi energi. Pengelolaan beban cadangan juga harus ditingkatkan demi menjaga keandalan sistem transmisi.
"Ini menjadi tantangan karena kebutuhan listrik meningkat saat kemampuan sebagian pembangkit justru berpotensi menurun. Kesiapan sistem menjadi sangat penting agar pasokan tetap aman," kata Kevin.
Sementara itu, ketiadaan informasi awal juga memicu protes warga di Kecamatan Sindangresmi, Kabupaten Pandeglang, Banten. Melalui laporan globalexposetv.com, warga mengeluhkan pemadaman tiba-tiba dari PLN ULP Malingping yang mengganggu sektor usaha dan pendidikan.
"Saat listrik padam, banyak aktivitas kami terganggu. Kalau pemberitahuannya diberikan jauh-jauh hari, tentu kami bisa melakukan persiapan terlebih dahulu. Namun yang kami rasakan, informasi dan pemadaman terjadi hampir bersamaan," ungkap salah seorang warga Kecamatan Sindangresmi.
Masyarakat mendesak adanya transparansi dan jadwal yang jelas dari jajaran PT PLN (Persero) UP3 Banten Selatan terkait pemeliharaan berkala. Langkah sosialisasi yang matang diharapkan dapat meminimalisasi kerugian finansial para pelaku usaha.
"Yang kami harapkan bukan semata-mata tidak ada pemadaman, tetapi adanya pemberitahuan yang cukup agar masyarakat bisa menyesuaikan aktivitasnya dan tidak mengalami kerugian akibat padam listrik mendadak," ujar warga lainnya.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow