Pluto Menyimpan Misteri Nitrogen Cair di Suhu −236°C

Smallest Font
Largest Font

Pluto, planet kerdil yang dikenal dengan suhu ekstrimnya, menyimpan fenomena mengejutkan. Dilansir dari Detikcom, meski permukaannya mencapai −236 derajat Celsius, para peneliti menemukan adanya benda cair di sana.

Temuan ini terungkap berkat pengamatan terhadap guratan mirip jejak lelehan es di Greenland. Alan Stern, pimpinan misi New Horizons NASA yang melintasi Pluto pada 2015, berhasil mengabadikan foto jarak dekat satu-satunya dari planet ini.

Nitrogen di Pluto tidak berbentuk gas akibat suhu dinginnya, melainkan gletser dengan kedalaman bermil-mil. Gletser ini mengisi separuh bagian barat wilayah berbentuk hati di Pluto. Di dasar gletser, nitrogen cair meleleh dan naik ke permukaan, menciptakan bentuk poligon dengan lebar 12 hingga 22 mil.

Proses Pelelehan yang Unik

Meskipun jauh dari Matahari, gletser di Pluto tetap meleleh berkat panas dari inti planet. Selain itu, bagian utara gletser terus kehilangan es akibat sublimasi, yaitu proses penguapan es menjadi gas. Tekanan yang lebih rendah pada es menipis menyebabkan kristal es baru yang lebih keras muncul di bawah permukaan.

Normalnya, gerakan gletser membawa panas dari dasar ke permukaan. Namun, alirannya melambat seiring semakin kaku, sehingga panas dari inti planet terjebak. Akumulasi panas ini akhirnya menembus titik leleh nitrogen, menyebabkan pelelehan.

Dinamika Aliran Nitrogen Cair

Nitrogen cair di Pluto memiliki berat 11 persen lebih ringan daripada esnya. Hal ini membuat lelehan di dasar gletser naik ke permukaan melalui celah-celah es. Alirannya tidak kontinu seperti mata air, melainkan bergerak dalam kumpulan cairan yang menekan lapisan atas.

Begitu menemukan celah dengan kemiringan satu derajat, aliran nitrogen cair dapat menempuh jarak lebih dari 0,8 kilometer sebelum membeku dalam waktu sekitar 20 jam. Pemodelan para ahli menunjukkan celah sebesar 15 sentimeter tetap terbuka untuk cairan encer, atau 1 meter untuk campuran semi-padat.

Kecepatan aliran dari dasar hingga permukaan gletser diperkirakan mencapai satu kilometer dalam waktu 1 hingga 7 menit. Perbedaan warna pada permukaan gletser terjadi karena nitrogen cair yang berhenti bergerak mendiami celah es dan terlihat lebih gelap.

"Pluto tidak pernah berhenti mengejutkan kita," ujar Alan Stern.

Hingga saat ini, temuan ini baru berasal dari sebagian kecil wilayah Pluto yang berhasil dipetakan. Para peneliti menyadari bahwa bahkan di tempat sedingin Pluto, aktivitas geologis tetap berlangsung.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed