PM Inggris Andy Burnham Terkecoh Penipuan Identitas Staf Donald Trump
Perdana Menteri Inggris Andy Burnham mengonfirmasi dirinya sempat bertukar pesan dengan penipu yang menyamar sebagai Kepala Staf Gedung Putih Susie Wiles. Insiden komunikasi tingkat tinggi tersebut langsung dilaporkan ke pihak Gedung Putih oleh Kedutaan Besar Inggris di Washington.
Aksi impersonasi ini pertama kali diungkap oleh Politico sebelum akhirnya dikonfirmasi oleh Burnham saat melakukan kunjungan kerja ke kota Wolverhampton. Pemimpin Inggris yang baru menjabat sejak 20 Juli 2026 menggantikan Keir Starmer tersebut menghentikan percakapan setelah merasa curiga.
Pihak berwenang memastikan tidak ada informasi sensitif atau dokumen krusial yang bocor dalam pertukaran pesan singkat tersebut. Gedung Putih juga menegaskan bahwa insiden penyamaran identitas ini tidak berkaitan dengan peretasan perangkat seluler milik Susie Wiles.
Saat memberikan keterangan kepada awak media penyiaran di Wolverhampton, Burnham menegaskan sikapnya terkait insiden penipuan digital yang menimpanya.
"Tidak, saya tidak merasa malu, karena pertukaran pesannya sangat minim. Tidak ada hal yang krusial, dan sebenarnya, saya segera menyadari bahwa hal ini perlu dilaporkan, dan saya pun melakukannya," kata Andy Burnham, Perdana Menteri Inggris.
Ia menambahkan bahwa penanganan masalah komunikasi tersebut telah dijalankan sesuai dengan prosedur pengamanan yang berlaku.
"Jadi, saya menanganinya dengan cara yang tepat. Semua politisi menghadapi tekanan dan tantangan seperti ini, tetapi saya telah melakukan segalanya dengan benar," ujar Andy Burnham, Perdana Menteri Inggris.
Burnham juga memastikan bahwa koordinasi penanganan kasus ini telah dilakukan bersama dengan otoritas Amerika Serikat.
"Tindakan yang tepat telah diambil, baik di sini maupun di AS," kata Andy Burnham, Perdana Menteri Inggris.
Juru bicara pemerintah Inggris menolak memberikan komentar rincian langkah pengamanan demi menjaga kerahasian masalah keamanan nasional. Modus penyamaran berbasis teknologi seperti kecerdasan buatan sebelumnya juga pernah menyasar mantan Menteri Luar Negeri David Cameron pada 2024 serta sejumlah pejabat tinggi Amerika Serikat lainnya.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow