Perdana Menteri Qatar Bertemu Presiden Iran Bahas Diplomasi dan Selat Hormuz
Perdana Menteri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani mengunjungi Teheran pada Kamis (27/8) untuk bertemu Presiden Iran Masoud Pezeshkian dalam upaya memperkuat diplomasi dan membuka kembali Selat Hormuz di tengah konflik berkepanjangan antara Amerika Serikat dan Iran.
Dalam pertemuan itu, Sheikh Mohammed menyatakan kesediaan Qatar membantu meringankan penderitaan rakyat Iran akibat perang yang telah berlangsung enam bulan. Ia menegaskan Qatar tidak ingin melihat rakyat Iran mengalami kesulitan sementara negara lain hanya menjadi penonton.
"Qatar tidak ingin rakyat Iran menghadapi kesulitan sementara negara-negara di kawasan hanya menonton," ujar Sheikh Mohammed. "Kami akan memberikan bantuan semaksimal mungkin untuk meringankan kesulitan rakyat Iran yang merupakan saudara kami," tambahnya.
Sheikh Mohammed juga menyampaikan bahwa Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani menganggap Presiden Iran Masoud Pezeshkian sebagai saudara dan menghormati Iran secara tulus meskipun ada konflik yang sedang berlangsung.
Selain itu, Sheikh Mohammed menekankan pentingnya menghormati kebebasan navigasi di Selat Hormuz sesuai dengan hukum internasional. Qatar bersama Pakistan menengahi nota kesepahaman damai antara AS dan Iran pada Juni, meskipun implementasinya terhenti akibat perselisihan pengaturan pelayaran di Selat Hormuz.
Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Mohsen Rezaei menyatakan Iran sedang menyusun syarat untuk membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz. Iran dan Oman telah mencapai kesepakatan prinsip mengenai pengelolaan lalu lintas pelayaran dan pembagian pendapatan, meskipun masih membahas detail teknis.
"Kami tidak memercayai AS. Mereka telah berulang kali mengkhianati diplomasi dan negosiasi," ujar Rezaei. Ia menambahkan kapal asing hanya akan diizinkan melewati jalur tengah yang telah ditentukan jika syarat Iran dipenuhi, termasuk penghentian blokade pelabuhan, kompensasi kerugian, dan pencabutan sanksi ekonomi.
Kementerian Luar Negeri Qatar menyebutkan adanya usulan pembentukan koridor pelayaran sementara antara perairan Iran dan Oman serta proyek bersama pembersihan ranjau laut. Namun, respons Iran tegas, dengan Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi memperingatkan agar negara tetangga tidak dijadikan basis militer AS untuk menyerang Iran.
Presiden AS Donald Trump menegaskan menutup pintu komunikasi dengan Iran dan menolak dialog langsung dalam konflik yang telah berlangsung enam bulan. Meski demikian, Qatar terus berupaya meredakan ketegangan dan menjaga stabilitas kawasan.
Penutupan Selat Hormuz menyebabkan ekspor gas alam cair Qatar turun hingga 96 persen, berdampak signifikan pada ekonomi negara tersebut.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow