Iran Desak Negara Kawasan Tolak Pangkalan AS untuk Aksi Terhadap Teheran

Smallest Font
Largest Font

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi meminta negara-negara di kawasan Timur Tengah menolak permintaan Amerika Serikat untuk menggunakan pangkalan dan fasilitas militer mereka guna melancarkan tindakan agresif terhadap Iran. Permintaan ini disampaikan saat pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Qatar pada Jumat (28/8/2026).

Araghchi menilai situasi saat ini disebabkan agresi militer AS dan rezim Zionis, serta intervensi ilegal Washington terhadap Iran, termasuk blokade laut dan perang ekonomi. Ia menekankan pentingnya menghormati prinsip bertetangga baik dan menolak pemanfaatan wilayah atau fasilitas untuk tindakan permusuhan.

"Kondisi saat ini tidak bisa dikembalikan seperti sebelum 9 Esfand 1494 tanpa mempertimbangkan kejahatan dan kerugian yang dialami Iran," ujar Araghchi.

Ia menegaskan Iran akan menggunakan seluruh kapasitas untuk mempertahankan kedaulatan dan kepentingan nasional.

---

Diplomasi untuk Selat Hormuz

Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani mengunjungi Teheran pada Kamis (27/8) untuk mendorong pembukaan kembali Selat Hormuz. Ia menekankan pentingnya menghormati kebebasan navigasi sesuai hukum internasional.

"Qatar tidak ingin rakyat Iran menghadapi kesulitan sementara negara-negara di kawasan hanya menonton," ujar Sheikh Mohammed.

"Kami akan memberikan bantuan semaksimal mungkin untuk meringankan kesulitan rakyat Iran yang merupakan saudara kami," lanjutnya.

Sheikh Mohammed juga menyatakan Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani menganggap Presiden Iran Masoud Pezeshkian sebagai saudara. Qatar berupaya memulihkan stabilitas di kawasan dan berharap tantangan ke depan bisa teratasi.

Menurut data terbaru, volume minyak yang melewati Selat Hormuz anjlok drastis dari 20 juta barel menjadi 5 juta barel per hari. Penurunan ini terjadi akibat ancaman Iran untuk menyerang kapal tanpa izin, yang membuat lalu lintas pelayaran merosot.

---

Kesepakatan dan Syarat Iran

Iran dan Oman dilaporkan telah mencapai kesepakatan prinsip mengenai pengelolaan lalu lintas di Selat Hormuz, termasuk pembagian jalur perairan dan pendapatan. Namun, pejabat senior Iran menyatakan kesepakatan tersebut belum difinalisasi dan masih dalam pembahasan rincian.

Mohsen Rezaei, sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, mengatakan Iran sedang menyusun daftar syarat untuk membuka kembali selat, termasuk penghentian blokade AS terhadap pelabuhan Iran, kompensasi, dan pencabutan sanksi.

"Kapal akan menggunakan jalur tengah yang telah ditentukan jika Amerika Serikat memenuhi syarat-syarat Iran," ujar Rezaei.

Sementara itu, komandan militer AS Laksamana Brad Cooper menyatakan pasukan AS telah membersihkan ranjau laut di selat dan mengawal sekitar 1.500 kapal komersial yang membawa hampir 750 juta barel minyak mentah.

Organisasi Maritim Internasional PBB melaporkan 70 insiden di Selat Hormuz sejak perang dimulai, dengan 19 pelaut tewas dalam berbagai kejadian.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed