Polisi Tangkap Pelaku Pembunuhan Bos Konter Ponsel di Ambarawa
Dua pelaku pembunuhan sadis terhadap Candra Waskito (25), pemilik konter ponsel Royal Phone Ambarawa, ditangkap polisi pada Sabtu (8/8/2026) di Kabupaten Semarang. Pelaku yang bernama Didit Panggih Pamulihan (20) dan Taufik Ilham (25) menghabisi korban menggunakan palu.
Kapolres Semarang, AKBP Heru Dwi Purnomo, menyebutkan bahwa tersangka TI (Taufik Ilham) adalah karyawan swasta beralamat di Dusun Pundan, Desa Kebondowo, Kecamatan Banyubiru. Sedangkan DPP (Didit Panggih Pamulihan) adalah pelajar atau mahasiswa yang berdomisili di Perumahan Green Ambarawa, Kelurahan Pojoksari, Kecamatan Ambarawa.
Kasat Reskrim Polres Semarang, AKP Bodia Teja Lelana, menjelaskan bahwa pada Rabu (5/8) malam, Didit mengunjungi konter korban dan menanyakan keberadaan Candra kepada pegawainya. Setelah mengetahui korban sedang di Salatiga, keduanya menyiapkan rencana pencurian dengan alat berupa palu, karambit, dan knuckle untuk antisipasi perlawanan.
Pada Kamis (6/8) dini hari, keduanya menunggu di Jalan Lingkar Ambarawa hingga hanya korban yang menjaga konter. Sekitar pukul 03.00 WIB, mereka datang dengan sepeda motor dan berpura-pura hendak membeli ponsel. Saat korban lengah, Didit mengeluarkan palu dan memukulkannya ke kepala bagian belakang korban hingga tersungkur. Taufik kemudian memukul kepala korban sebanyak lima kali sampai korban meninggal dunia.
Setelah membunuh, para pelaku mencuri sejumlah telepon genggam dan melepas tiga CCTV dari konter untuk menghilangkan jejak. Mereka juga membersihkan darah yang berceceran di lantai menggunakan kaus dan pembersih lantai. Jenazah korban kemudian dimasukkan ke bagasi mobil milik korban.
Didit mengendarai mobil berisi mayat korban, sementara Taufik mengendarai sepeda motor. Mereka bergerak ke arah Grobogan dan memarkir mobil di halaman bangunan kosong di Desa Trisari, Kecamatan Gubug. Karena kebingungan membuang mayat, mereka meninggalkan mobil tersebut.
AKP Bodia menyebutkan bahwa para pelaku membakar beberapa barang bukti seperti knuckle untuk menyulitkan pelacakan polisi. Mereka juga ketakutan ketika mengetahui polisi melakukan olah TKP sehingga berupaya menghilangkan jejak dengan membuang barang-barang bukti.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow