Polisi Tangkap Pria yang Tembak Mati Perempuan di St Francis
Kepolisian St Francis menangkap seorang pria berusia 33 tahun asal Milwaukee setelah menembak mati Kiana Pliska di area parkir apartemen Lake Park, St Francis, Wisconsin, pada Kamis malam, 16 Juli 2026.
Dilansir dari Fox6 News dan TMJ4 News, penembakan domestik yang menewaskan korban berusia 32 tahun asal Cudahy ini dilaporkan terjadi pukul 18.30, dan pelaku berhasil diamankan aparat berwajib sekitar pukul 20.20.
Saksi mata di tempat kejadian perkara, Sherema Lynch, mengaku sempat mendengar rentetan suara senjata api ketika korban berada di lokasi tersebut.
"We heard two shots at first, and we looked at each other, and we heard a scream," kata Sherema Lynch, Saksi Mata.
Lynch melanjutkan penjelasannya mengenai situasi mengerikan yang ia saksikan langsung di area parkir apartemen.
"We seen her on the ground and then we heard three more shots," kata Sherema Lynch, Saksi Mata.
Berdasarkan dokumen pengadilan dari bulan April, mantan pasangan Pliska diketahui sempat mengaku memiliki empat pucuk senjata api, tetapi perintah perlindungan sementara yang diajukan korban gugur karena ia absen dalam persidangan.
Pakar kekerasan domestik dari Asha Family Services, Shawn Muhammad, menilai insiden fatal ini memperlihatkan tren peningkatan kekerasan bersenjata yang menyasar perempuan.
"Too many women are dying from gun violence, you know, and me being a child of Milwaukee, I hate to see what's happening here," ujar Shawn Muhammad, Perwakilan Asha Family Services.
Muhammad mengutarakan bahwa realitas di lapangan terasa kian memburuk dan memberikan tekanan psikologis tersendiri bagi para penyedia layanan pendampingan.
"It's very tragic. You know, it's hard being a provider and not to take what we see home with us, you know. But I've actually seen it get worse," ujar Shawn Muhammad, Perwakilan Asha Family Services.
Menurut penjelasannya, penanganan kasus kekerasan domestik saat ini masih terlalu berfokus pada langkah intervensi pasca-kejadian ketimbang program pencegahan.
"Our work for the most part is intervention. But we really need to start thinking about prevention," kata Shawn Muhammad, Perwakilan Asha Family Services.
Guna mengatasi persoalan tersebut, Asha Family Services saat ini tengah menyusun program pembinaan yang menyasar para pelaku kekerasan yang sedang dalam masa krisis.
"There are not a lot of services and resources out for men or perpetrators that are in crisis. And sometimes we could stop violence before it happens if we could find somebody that's in crisis and stabilize their behavior," tutur Shawn Muhammad, Perwakilan Asha Family Services.
Sementara itu, aturan hukum yang mewajibkan kehadiran pelapor di sidang pengadilan dianggap memperlihatkan rapuhnya dukungan proteksi dini di tengah masyarakat.
"Survivors feel afraid the majority of the time and are always navigating safety," kata Carmen Pitre, Perwakilan Sojourner Family Peace.
Pitre berpendapat bahwa persoalan mendasar dari gagalnya perlindungan ini bukan terletak pada sistem peradilan, melainkan absennya ruang aman sosial bagi korban.
"I don't consider it a flaw in the system. I think it's a flaw in our society that people don't have safety and processes and doors that are open to help them sooner in their lives," ucap Carmen Pitre, Perwakilan Sojourner Family Peace.
Sebagai langkah penanganan, perwakilan lembaga pendamping mengimbau para penyintas yang terjebak dalam lingkaran kekerasan untuk segera mencari pertolongan dan membuka ruang dialog.
"I think a conversation with an advocate is critically important for people who are living in violence," kata Carmen Pitre, Perwakilan Sojourner Family Peace.
Proses investigasi pembunuhan ini dipimpin oleh Kepolisian St Francis dengan dukungan dari Kepolisian Cudahy, Milwaukee, Wauwatosa, Brookfield, Wisconsin State Patrol, serta Wisconsin State Crime Laboratory.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow