Polisi Tetapkan Tersangka Ledakan Rumah Mewah Grand Polonia Medan
Aparat Polrestabes Medan resmi menetapkan tersangka dalam kasus ledakan rumah mewah di Kompleks Grand Polonia, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan, pada Rabu (19/8/2026). Insiden tersebut dipastikan akibat kebocoran pipa gas tanam yang menewaskan tiga orang.
Penetapan status hukum tersebut dilakukan setelah penyidik menaikkan penanganan perkara dari tahap penyelidikan ke penyidikan melalui mekanisme gelar perkara khusus. Kepolisian melibatkan tim Inafis, Laboratorium Forensik, Ditreskrimum, Irwasda, hingga Propam Polda Sumatera Utara dalam proses penanganan kasus ini.
Kapolrestabes Medan Kombes Jean Calvijn Simanjuntak mengonfirmasi penetapan tersangka tersebut setelah melakukan koordinasi intensif dengan jajaran Polda Sumatera Utara.
"Yang jelas, sudah ada tersangka yang kita tetapkan," kata Kapolrestabes Medan Kombes Jean Calvijn Simanjuntak saat diwawancarai, Rabu (19/8/2026).
Meski status perkara telah ditingkatkan, kepolisian masih merahasiakan identitas maupun jumlah pihak yang dimintai pertanggungjawaban hukum terkait ledakan mematikan tersebut.
"Kasus ini sudah naik sidik. Kita telah melakukan gelar perkara khusus yang dihadiri oleh Polda," jelasnya.
Pihak kepolisian menjadwalkan rincian penanganan perkara dan identitas tersangka akan dipaparkan secara terbuka kepada publik pada pekan mendatang.
"Nanti kita akan sampaikan Minggu depan," pungkasnya.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Adrian Risky Lubis menegaskan pimpinan kepolisian yang akan menyampaikan rilis resmi hasil penyidikan tersebut.
"Benar sudah ada tersangka," ujarn Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Adrian Risky Lubis kepada CNNIndonesia.com, Rabu (19/8).
Pihak Reskrim menjelaskan penjelas rinci terkait konstruksi hukum belum bisa dibuka ke publik sebelum konferensi pers resmi digelar.
"Nanti kita rilis. Nanti pimpinan yang akan langsung menyampaikan," paparnya.
Di sisi lain, penjelasan mengenai agenda pengumuman tersangka juga sempat disinggung kepolisian saat menghadiri acara resmi di gedung wakil rakyat daerah.
"Minggu depan akan kita sampaikan ya," ucapnya singkat saat ditemui usai mendengar pidato kendaraan Presiden RI di gedung DPRD Medan, Jumat (14/8/2026).
Pengungkapan kasus ini bermula dari pemeriksaan terhadap sedikitnya 36 saksi yang terbagi dalam beberapa kelompok, mulai dari pihak perumahan, warga, pekerja bangunan, hingga jajaran PT Perusahaan Gas Negara (PGN).
"Sampai dengan saat ini ada sekurang-kurangnya 36 saksi yang sudah kita ambil keterangan," kata Calvijn saat diwawancarai di Polsek Sunggal, Sabtu (1/8/2026).
Jumlah saksi yang dimintai keterangan berpotensi terus bertambah seiring perkembangan penyelidikan di lapangan.
"Jadi sampai saat ini ada 36 saksi. Ya mungkin bertambah," sambungnya.
Tim gabungan Labfor dan PGN sempat melakukan penggalian tanah di bawah fondasi bangunan selama tiga hingga empat hari untuk menemukan lokasi kebocoran gas metana.
"Kami memastikan titik kebocoran. Kami gali di bagian bawahnya lebih kurang 3 sampai 4 hari. Di situ yang membutuhkan proses yang agak lama," ucapnya.
Proses penggalian dilakukan ekstra hati-hati guna mencegah runtuhnya sisa struktur bangunan yang mengalami kerusakan parah.
"Kami sangat berhati-hati dengan cara menggali dengan melibatkan ahli konstruksi bangunan dengan tukang yang profesional untuk mengantisipasi supaya tidak ada ambruk lanjutan," tambahnya.
Kepolisian berjanji akan membeberkan secara detail kronologi peristiwa mulai dari sebelum ledakan hingga penanganan pasca-kejadian.
"Mudah-mudahan tidak lama lagi kami akan menyampaikan proses secara utuh. Tidak hanya titiknya, tetapi bagaimana rangkaian awal ini sebelum terjadinya ledakan, sesaat ledakan terjadi, dan setelah ledakan," tandasnya.
Ledakan hebat di rumah nomor 3B Jalan Mustang tersebut menghancurkan struktur bangunan tiga lantai, merusak rumah di sekitarnya, serta merusak sedikitnya tujuh unit mobil. Tiga korban tewas adalah Jesika (istri pemilik rumah), Ros (asisten rumah tangga), dan Sinta (baby sitter), sementara empat orang lainnya mengalami luka-luka.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow