Polres Jaksel Tetapkan Ruben Onsu Tersangka Penipuan Rp 3,5 Miliar

Smallest Font
Largest Font

Penyidik Polres Metro Jakarta Selatan menetapkan presenter Ruben Onsu sebagai tersangka atas dugaan penipuan dan penggelapan dana senilai Rp 3,5 miliar, sebagaimana dilaporkan pada 22 Agustus 2025 dan naik penyidikan pada 25 April 2026, dilansir dari Detik Hot.

Perkara tersebut berawal dari laporan dugaan tawaran investasi bisnis dengan janji keuntungan dalam jangka waktu tertentu yang tidak kunjung direalisasikan. Korban mengklaim modal awal maupun keuntungan yang dijanjikan belum dikembalikan, sehingga Ruben terancam jeratan Pasal 378 KUHP tentang penipuan dan Pasal 372 KUHP tentang penggelapan.

Pengacara sekaligus sahabat Ruben Onsu, Minola Sebayang, menyampaikan bahwa persoalan hukum tersebut sejatinya bermula dari pinjaman uang yang kemudian direncanakan berubah menjadi bentuk kerja sama bisnis, Jumat (21/8/2026).

"Kalau investasi kan berarti kan Ruben menyuntikkan anggaran, kan begitu ya. Tapi ini kan kerja sama. Kalau menurut cerita Ruben ke saya kan ini kerja sama. Jadi memang niatnya minjam uang," kata Minola.

Minola menerangkan perubahan skema tersebut tidak berlanjut hingga akhirnya menyisakan kewajiban utang piutang.

"Pinjam uang, kemudian pinjaman itu dikasih, tapi kemudian ada ide bagaimana kalau kerja sama, Ruben digunakan untuk kepentingan perusahaan itu yang saling menguntungkan. Dan kemudian akan ada imbalan dan kemudian imbalan itu akan diperhitungkan sebagai pembayaran dari kewajiban," kata Minola.

Namun, pihak pemberi pinjaman tidak melanjutkan kerja sama tersebut sehingga kewajiban pengembalian utang tetap berada pada pihak Ruben.

"Karena Abang gak paham masalahnya, tapi menurut Ruben seperti itu. Jadilah yang namanya investasi dan tipu gelap," kata Minola.

Meski terdapat perbedaan persepsi mengenai status dana, Minola menyebut kliennya tidak berniat memperdebatkan posisi hukum perkara dan memilih untuk fokus menyelesaikan seluruh kewajibannya.

"Nah, namun Ruben bilang bahwa dia yakin bahwa dia dengan pertolongan Tuhan dan juga doa dari teman-teman semuanya, dalam waktu dekat dia bisa menyelesaikan masalah ini karena kan masalahnya kan cuma hanya masalah uang ya, yang lebih kurang Rp 3,5 miliar itu yang dikatakan digelapkan dan ditipu sama Ruben," kata Minola.

Pihak Ruben menyatakan komitmen penuh untuk melunasi dana tersebut tanpa bermaksud memperpanjang polemik.

"Padahal ini dari versi Ruben adalah berawal dari utang. Nah, dan Ruben gak mau berdebat tentang masalah benar salahnya itu, tapi hanya dia mengatakan saya hanya akan menyelesaikan masalah itu secepat mungkin," kata Minola.

Mengenai kendala pelunasan, Minola membeberkan bahwa kliennya mengalami kerugian finansial yang signifikan akibat tindakan penggelapan oleh mantan karyawan kepercayaannya.

"Jadi kendalanya ya hanya seperti itu. Yang membuat dia harus ada lubang besar itu, pertama adalah tentu masalah adanya tindakan karyawan kepercayaannya yang menikam dia dari belakang, yang menggelapkan aset-asetnya, menjual aset-asetnya, kartu kreditnya yang kalau ditotal kerugiannya itu hampir mencapai Rp 100 miliar," kata Minola.

Selain kerugian akibat oknum karyawan, akses kepemilikan aset Ruben saat ini juga terbatas akibat persoalan hukum dan administrasi lainnya.

"Dan kedua adalah dia punya aset, tapi kemudian aset itu juga saat ini tidak bisa dilakukan, digunakan dengan leluasa karena hal-hal lain gitu ya ditahan, karena banyak polemik," kata Minola.

Situasi tersebut membuat komunikasi penyelesaian dengan pihak pelapor sempat terhambat.

"Jadi inilah yang membuat mungkin komunikasi dalam rangka untuk penyelesaian masalah yang sekarang ini ramai diperbicarakan orang itu, tidak atau belum bisa diselesaikan. Tapi Ruben berharap bahwa dalam waktu dekat masalah ini bisa diselesaikan oleh Ruben," kata Minola.

Kliennya juga mengonfirmasi niat untuk merampungkan masalah tersebut secara mandiri.

"Menurut Ruben. Ah, jadi jangan bilang statement Abang. Jadi Ruben menyampaikan ke Abang, dalam waktu dekat dia akan berusaha untuk menyelesaikan masalah ini," kata Minola.

Minola menambahkan instruksi khusus yang diberikan Ruben kepadanya terkait penanganan perkara lain yang sedang berjalan.

"Ruben hanya mengatakan, 'Abang tetap fokus di masalah hak asuh anak, dia berusaha dalam waktu secepat mungkin bisa menyelesaikan masalah ini tanpa harus melibatkan Abang dulu.' Nah, itu dia. Pesannya seperti itu," kata Minola.

Faktor lain seperti proses perceraian turut memengaruhi pemfokusan ulang anggaran keuangan Ruben.

"Dan kenapa ada peristiwa yang sekarang terjadi itu? Ini yang tadi Abang ceritakan tadi itu. Ya karena ada pinjaman, karena ada lubang besar yang harus ditanggungjawabkan oleh Ruben," kata Minola.

Dampak masalah pribadi tersebut diakui mengganggu konsentrasi tata kelola finansialnya.

"Akibatnya, ya karena dia baru mengalami perceraian, tidak fokus, ada anggaran-anggaran yang harus dia siapkan, masalah rumah, masalah lain-lain," kata Minola.

Meskipun oknum karyawan yang mencuri aset Ruben telah diproses hukum dan ditahan, nilai kerugian yang ditinggalkan belum kembali.

"Akibat adanya kecurangan dari karyawannya itu yang kemudian mencuri asetnya dan mengambil barang-barangnya, bahkan kartu kreditnya, dan lari begitu saja meninggalkan kewajiban-kewajiban yang harus ditanggungjawabkan oleh Ruben, dan Ruben tanggungjawabkan. Ini kan menimbulkan lubang yang besar," kata Minola.

Pihak Ruben memastikan bersikap kooperatif dan siap mengikuti seluruh prosedur di kepolisian.

"Kalau memang misalnya ada hal-hal yang akhirnya menjadi seperti apa yang sekarang ada di media massa, ya dia juga enggak berusaha untuk menutupinya. Tidak juga berusaha untuk lari," kata Minola.

Minola menegaskan Ruben saat ini membutuhkan waktu untuk fokus menyelesaikan tanggung jawab perkaranya.

"Cuma mungkin ya kalau sekarang ini tentu dia memerlukan waktu yang fokus untuk mencoba menyelesaikan masalah ini secepat mungkin. Ya, jadi artinya fokusnya sekarang ada di sana," kata Minola.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed