Polri Siap Amankan Muktamar Ke-35 NU di Jombang
Kepolisian Republik Indonesia memperkuat pengamanan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama di Jombang, Jawa Timur, yang dijadwalkan berlangsung pada 27 hingga 31 Agustus 2026.
Panitia melaporkan persiapan teknis dan substansi telah melampaui 85 persen. Daftar pemilih tetap kini mencapai 95 persen dan ditargetkan rampung pada pekan ini.
"Ya, yang jelas tentunya kita memiliki kewajiban untuk mengamankan dan menyukseskan rangkaian kegiatan tersebut. Tentunya, Polri akan mempersiapkan sesuai dengan kebutuhan," kata Listyo Sigit Prabowo, Kapolri Jenderal.
Kepala Kepolisian Republik Indonesia menyatakan kesiapan institusinya mengawal seluruh rangkaian acara secara optimal.
"Ya, kan ini sekarang sedang ada proses tahapan penyusunan kepanitiaan, formatur dan sebagainya. Yang jelas, Polri siap mengamankan," pungkas Listyo Sigit Prabowo, Kapolri Jenderal.
Persiapan di internal panitia pusat terus dimatangkan menjelang hari pembukaan.
"Alhamdulillah kita bersyukur dan bergembira karena semua yang kita rencanakan berjalan dengan baik. Persiapannya sudah lebih dari 85%," kata Saifullah Yusuf, Sekretaris Jenderal PBNU.
Pihak panitia juga mengoptimalkan sisa waktu guna merampungkan seluruh fasilitas peserta.
"Waktu yang tersisa akan kita manfaatkan sebaik mungkin," sambung Saifullah Yusuf, Sekretaris Jenderal PBNU.
PBNU telah melayangkan surat undangan resmi kepada kepala negara.
"PBNU sudah bersurat kepada Presiden untuk berkenan membuka langsung Muktamar Ke-35. Semoga waktunya cocok," kata Saifullah Yusuf, Sekretaris Jenderal PBNU.
Dari sisi substansi, materi persidangan serta daftar peserta telah memasuki tahap finalisasi.
"Persidangan-persidangan juga sudah disiapkan. Daftar peserta tetap sekarang sudah sekitar 95%," kata Mohammad Nuh, Ketua Steering Committee Muktamar Ke-35 NU.
Ajang akbar tersebut memiliki makna sejarah mendalam bagi organisasi Islam.
"Ini muktamar pertama di abad kedua NU. Tempatnya juga khusus," ujar Mohammad Nuh, Ketua Steering Committee Muktamar Ke-35 NU.
Para pengurus mengajak seluruh warga Nahdliyin menjaga suasana kondusif.
"Karena itu, mari bersama-sama kembali kepada ruh dan jiwa NU: guyub, senang, rukun, dan semuanya berorientasi pada kemaslahatan," sambung Mohammad Nuh, Ketua Steering Committee Muktamar Ke-35 NU.
Rangkaian kegiatan spiritual turut digelar untuk mengiringi persiapan muktamar.
"Nanti malam juga akan dilaksanakan istighotsah dan doa bersama. Mudah-udahan pelaksanaan muktamar dan seluruh persidangannya berjalan kondusif, sejuk, tenang, dan gembira," kata Hasib Wahab, Perwakilan Tuan Rumah.
Berbagai layanan penunjang bagi masyarakat luas turut dihadirkan panitia.
"NU Online Institute mempunyai keinginan untuk menyajikan tes psikologi yang terjangkau untuk masyarakat, terutama di kalangan-kalangan pesantren hingga sekolah Ma'arif," kata Ahmad Mundzir, Direktur NU Online Institute.
Fasilitas tes tersebut dapat diakses secara daring maupun langsung.
"Sejak per hari ini sudah membuka layanan online, yang gratis maupun yang premium, sudah kami buka," jelas Ahmad Mundzir, Direktur NU Online Institute.
Fasilitas psikotes juga dimanfaatkan untuk keperluan penyeleksian beasiswa.
"Psikotes ini juga digunakan NUS untuk menjaring penerima beasiswa," kata Ahmad Mundzir, Direktur NU Online Institute.
Pemutakhiran daftar pemilih dipastikan tuntas dalam waktu dekat.
"'Update' DPT sekarang sudah 95 persen. Insyaallah nanti tinggal sedikit. Mudah-udahan hari Sabtu atau Minggu besok itu sudah keluar DPT-nya," kata Mohammad Nuh, Ketua Steering Committee Muktamar Ke-35 NU.
Distribusi undangan kepada pengurus wilayah dan cabang telah dilakukan secara elektronik.
"Undangan sudah kami kirim digital. Undangan pembukaan pun sudah kami kirim ke masing-masing, khususnya pembukaan," ujar Mohammad Nuh, Ketua Steering Committee Muktamar Ke-35 NU.
Sebelumnya, ribuan jamaah telah menghadiri majelis doa bersama.
"Orang benar dibohongkan, orang bohong dibenarkan, pahlawan dianggap pengkhianat, pengkhianat dianggap pahlawan," tutur Miftachul Akhyar, Rais Aam PBNU.
Umat diingatkan memperbanyak permohonan perlindungan di tengah ketidakpastian.
"Istighosah dan perbanyak membaca istigfar merupakan sarana utama bagi umat untuk memohon pertolongan serta perlindungan Allah SWT," tukas Miftachul Akhyar, Rais Aam PBNU.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow