Kemenperin Catat Populasi Kendaraan Listrik Indonesia Tembus 541 Ribu Unit
Kementerian Perindustrian mencatat populasi kendaraan listrik berbasis baterai di Indonesia telah mencapai 541.678 unit dalam kurun waktu 2020 hingga Agustus 2026. Pertumbuhan sektor transportasi ini terdorong oleh lonjakan harga bahan bakar minyak serta komitmen pencapaian emisi nol bersih.
Data tersebut disampaikan oleh Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Kemenperin, Setia Diarta, dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi VII DPR RI. Sebagaimana dilansir dari Detik Oto, sektor ini mengalami tingkat pertumbuhan tahunan majemuk melebihi 150 persen sepanjang 2020 hingga 2025.
"Ini memang ter-trigger--sejak mulai dari 2023 sampai ke 2026 ini--kondisi geopolitik dan kondisi terkait dengan bahan bakar kita yang ada saat ini juga, dan komitmen terhadap net zero emission juga membuat sektor transportasi cenderung untuk mulai menggunakan kendaraan listrik berbasis baterai," kata Setia Diarta, Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Kemenperin.
Peningkatan populasi ini didominasi oleh segmen roda dua dan roda empat. Secara terperinci, jumlah sepeda motor listrik mencapai 280.136 unit, sementara mobil listrik penumpang mencatatkan angka 259.077 unit.
"Roda 2 dan roda 4 ini yang paling menjadi krusial dan menjadi penggerak utama pada sektor kendaraan listrik," kata Setia Diarta, Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Kemenperin.
Sisa populasi terbagi atas 936 unit bus listrik, 919 unit kendaraan roda tiga, 607 unit kendaraan komersial, serta 3 unit kendaraan khusus. Perkembangan ekosistem ini juga disertai dengan masuknya modal dalam jumlah besar ke dalam industri manufaktur domestik.
"Ini tergabung semuanya mulai dari bus dan truk atau commercial vehicles, kemudian ada kendaraan roda 4 serta kendaraan roda 2 dan roda 3. Secara total memang total investasi yang sudah ada itu ada sekitar Rp 30,4 triliun. dan tenaga kerja yang terlibat langsung ada sekitar 10.650 orang," kata Setia Diarta, Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Kemenperin.
Secara keseluruhan, industri manufaktur kendaraan listrik di dalam negeri telah melibatkan puluhan perusahaan produsen dari berbagai kategori kendaraan.
"Kalau untuk (pabrik) kendaraan komersial itu sudah ada yang beroperasi sekarang 10 perusahaan pabrikan. Kemudian untuk kendaraan roda 4 itu ada 15 perusahaan dan roda 2 serta roda 3 itu ada 70 perusahaan," kata Setia Diarta, Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Kemenperin.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow