Presiden Prabowo Hadiri Sidang Paripurna DPR Jelang Paparan Fiskal
Presiden Prabowo Subianto menghadiri Rapat Paripurna DPR RI Ke-19 Masa Persidangan V Tahun Sidang 2025-2026 di Kompleks Parlemen, Jakarta, pada Rabu (20/5/2026) untuk menyampaikan kebijakan fiskal negara.
Kehadiran Kepala Negara dilakukan di tengah pergerakan nilai tukar rupiah yang dibuka melemah 40 poin atau 0,23 persen ke level Rp17.746 per dolar AS pada perdagangan pagi hari yang sama.
Dilansir dari Kontan, Presiden Prabowo Subianto tiba di halaman gedung legislatif menggunakan kendaraan taktis Maung berplat nomor RI 1 dan langsung disambut oleh Ketua DPR RI Puan Maharani.
Sebelum memasuki ruang rapat utama, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka bersama jajaran pimpinan DPR RI telah menunggu dan melakukan sesi foto bersama dengan Kepala Negara.
Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa mengonfirmasi kehadiran langsung pemimpin tertinggi eksekutif tersebut untuk memaparkan dokumen ekonomi strategis pemerintah.
"Rencananya Presiden akan menyampaikan langsung kerangka ekonomi makro dan pokok-pokok kebijakan fiskal," ujar Saan Mustopa, Wakil Ketua DPR RI.
Langkah ini mencetak sejarah baru karena pemaparan Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) biasanya diwakili oleh Menteri Keuangan.
"Presiden kemungkinan menjadi Presiden Indonesia pertama yang menyampaikan langsung KEM-PPKF di DPR," kata Sufmi Dasco Ahmad, Wakil Ketua DPR RI.
Sufmi Dasco Ahmad menambahkan bahwa tidak ada regulasi yang melarang seorang presiden untuk memaparkan langsung arah kebijakan ekonomi tersebut di hadapan anggota dewan.
Dari sisi eksekutif, momentum ini dinilai penting untuk membangun keselarasan visi antara pemerintah dan parlemen dalam menjaga stabilitas domestik.
"Presiden ingin memanfaatkan momentum untuk menyatukan pandangan dan kekuatan sebagai satu bangsa dalam menjaga perekonomian kita," kata Prasetyo Hadi, Menteri Sekretaris Negara.
Sementara itu, fluktuasi mata uang terjadi seiring penantian pelaku pasar terhadap pembacaan arah kebijakan ekonomi nasional dan pengumuman hasil rapat bank sentral.
Dilansir dari CNN Indonesia, pasar keuangan global saat ini sedang mengalami ketidakpastian akibat situasi di Timur Tengah yang mendorong kenaikan harga minyak dunia serta indeks dolar AS.
"Investor juga menantikan RDG BI sore ini yg apabila seperti yang diharapkan menaikkan suku bunga akan sedikit banyak mendukung rupiah," ujar Lukman Leong, Analis Mata Uang Doo Financial Futures.
Lukman Leong memproyeksikan pergerakan nilai tukar rupiah sepanjang hari ini akan berada pada kisaran antara Rp17.650 per dolar AS hingga Rp17.800 per dolar AS.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow