Prabowo Luncurkan 20 Ribu Motor Listrik Nasional di Bekasi
Presiden Prabowo Subianto meluncurkan 20.000 unit Motor Listrik Nasional (Molinas) beserta ekosistemnya di fasilitas produksi PT Ilectra Motor Group (ALVA) di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, Kamis (13/8/2026).
Peluncuran ini menjadi tonggak penting untuk pengembangan kendaraan listrik buatan dalam negeri dengan target produksi mencapai 2 juta unit motor listrik nasional di masa depan, kata Prabowo.
"Hari ini kelompok Indika telah berhasil produksi 20.000 motor. Saya bilang ke kelompok Indika kalau kalian nanti mencapai 200.000 saya datang lagi, 2 juta saya datang lagi," ujar Prabowo, dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden.
Prabowo mengapresiasi pengusaha yang mendukung proyek motor listrik nasional dalam menghadapi persaingan global.
"Jadi hari ini adalah menurut saya hari yang sangat penting, karena ini merupakan suatu tonggak atas inisiatif masing-masing, para pengusaha swasta yang mulai proyek ini," kata Prabowo.
Presiden juga menyampaikan rencana pemerintah untuk membangun ekosistem mobil listrik nasional yang akan mulai diproduksi massal paling lambat pada 2028 di Subang, Jawa Barat.
"Tadi saya dijelaskan ada ekosistem yang sedang dibangun untuk mobil listrik kita," ujar Prabowo.
Dalam upaya mendukung penetrasi motor listrik, Prabowo menyatakan akan mengusahakan agar motor listrik nasional tidak memerlukan uang muka (DP) dan bunga cicilan akan diturunkan agar lebih terjangkau bagi masyarakat.
"Kita akan turunkan apa itu? Bunga. Bunga cicilan kita turunkan untuk rakyat! Kemudian kita usahakan tidak pakai DP," kata Prabowo.
Ia juga menyampaikan adanya skema tukar tambah motor bensin dengan motor listrik nasional.
"Tenang aja kita ada skema-skema nanti yang sudah telanjur punya motor bensin nanti kita pikirkan bagaimana kita bisa tukar tambah," ujarnya.
Prabowo menilai penggunaan motor listrik lebih hemat 50-70 persen dibanding motor berbahan bakar bensin.
"Kita tadi hitung memakai motor listrik dibandingkan dengan motor bensin penghematannya minimal 50 persen pengeluaran kalian untuk sehari-hari bergerak gitu, minimal 50 persen, bahkan bisa sampai 70 persen di ujungnya," ungkapnya.
Ketua Umum Partai Gerindra itu juga menyinggung tren global yang mulai melarang kendaraan berbahan bakar minyak untuk mengurangi emisi karbon.
"Jadi ada namanya carbon tax. Di kota-kota besar seperti di Beijing enggak bisa motor bensin masuk. Jadi ini warning aja yang masih nekat gandrung dengan motor bensin ya," ucap Prabowo.
Dalam kesempatan yang sama, CEO Badan Pengelola Investasi Danantara Indonesia Rosan Roeslani menyebut Bos Grup Lippo James Riady berkomitmen membeli 20.000 unit motor listrik nasional.
"Yang mempunyai lahan Pak James Riady dari Lippo yang tadi sempat bicara komitmen untuk beli 20.000 motor listrik," kata Rosan, yang disambut tepuk tangan hadirin.
Rosan memperkirakan nilai pasar motor listrik Indonesia mencapai sekitar US$170 miliar atau Rp3.039,12 triliun dengan serapan motor listrik baru sekitar 1 persen dari total pembelian motor tahunan yang berkisar 6-7 juta unit.
"Ada kurang lebih 140 juta motor yang ada di Indonesia dengan setiap tahunnya pembeliannya adalah 6 sampai 7 juta motor. Tetapi yang membeli motor listrik kurang lebih hanya 60 sampai 70 ribu. Jadi hanya 1 persen," ujar Rosan.
Pengembangan Molinas melibatkan 10 perusahaan nasional yang sudah memenuhi kriteria Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dan PT Len Industri sebagai lead integrator.
Rosan mengatakan Danantara menyiapkan skema pembiayaan dengan bunga rendah, tenor panjang, dan penghapusan uang muka agar masyarakat tertarik membeli motor listrik.
"Kita akan coba reduce bahkan akan kita coba hilangkan sehingga minat masyarakat untuk membeli motor listrik ini bisa berjalan dengan cepat, dengan baik," jelas Rosan.
Selain itu, Danantara mendorong penggunaan baterai berbasis nikel yang bahan bakunya melimpah di Indonesia untuk memperkuat rantai produksi dalam negeri.
"Kita akan dorong secara penuh untuk menggunakan nickel based. Karena nikel kita ketahui bersama 46 persen reserve nikel di dunia itu ada di Indonesia," tutur Rosan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow