Prabowo Resmikan Ekosistem Motor Listrik Nasional di Cikarang

Smallest Font
Largest Font

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meresmikan Ekosistem Motor Listrik Nasional (MOLINAS) di fasilitas produksi PT Ilectra Motor Group (ALVA), Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, pada Kamis (13/8/2026). Peresmian ini menandai penguatan rantai industri kendaraan listrik roda dua dari hulu ke hilir berbasis kolaborasi lintas sektor.

Proyek pengembangan yang melibatkan pemerintah, swasta, BUMN, dan akademisi ini menempatkan PT LEN sebagai lead integrator. Ekosistem tersebut mencakup manufaktur, komponen baterai, infrastruktur penukaran baterai, pembiayaan, hingga layanan purnajual.

Dalam sambutannya, Prabowo mengapresiasi langkah sektor swasta, khususnya anak usaha PT Indika Energy Tbk, yang telah menyiapkan lini produksi kendaraan listrik di dalam negeri sejak jauh hari.

"Hari ini adalah hari yang sangat penting karena ini satu tonggak atas inisiatif masing-masing, para pengusaha swasta yang mulai proyek ini. Mungkin kelompok Indika ya, kelompok yang sudah lama bekerja.Waktu saya masih muda saya sudah denger Indika. Waktu itu saya masih muda, sekarang agak muda," kata Prabowo dilansir dari tayangan YouTube Sekretariat Presiden.

Prabowo menegaskan bahwa peninjauan langsung ke pabrik dilakukan guna memastikan proses manufaktur benar-benar berjalan di Indonesia tanpa sekadar melakukan pelabelan ulang.

"Saya mau lihat production line, bener nggak atau jangan-jangan perusahaan dari mana kamu tempel merek mu. Ini banyak budaya seperti ini, kita introspeksi diri. Kadang-kadang tergiur dan tergoda," tuturnya.

Ia menyoroti rekam jejak investasi jangka panjang yang telah dilakukan pihak pengembang dalam membangun kapasitas produksi nasional.

"Indika sudah bekerja, dia bergerak, mulainya di bidang tambang. Tapi saya tidak tahu inisiatif siapa kok punya niat bikin motor listrik sekian tahun lalu. Jadi tadi production line bukan urusan 2-3 hari lalu," sebut Prabowo.

Prabowo menambahkan bahwa penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi tolok ukur utama daya saing suatu negara saat ini.

"Keberhasilan suatu bangsa di era modern adalah kemampuan bangsa itu menguasai sains dan teknologi dan menggunakan teknologi untuk melangsungkan kehidupan bangsa tersebut," tutup Prabowo.

Di sisi lain, pengamat otomotif senior Bebin Djuana mengingatkan pentingnya penyesuaian spesifikasi produk dan skema insentif agar sesuai dengan kebutuhan pengemudi transportasi daring.

"Harga sangat menentukan, ini segmen konsumen yang butuh bantuan besar pemerintah. Subsidi Rp5-7juta tidak cukup," katanya kepada CNBC Indonesia.

Bebin menilai kapasitas daya jelajah baterai menjadi parameter krusial bagi efisiensi kerja para pengguna harian.

"Baterai dengan jarak tempuh 50-60 km sangat tidak memadai, kasihan saudara-saudara kita yang mencari nafkah di ojol," tukas Bebin.

Ia menyarankan agar integrasi industri turut melibatkan produsen lokal yang telah beroperasi untuk memenuhi target penyerapan pasar.

"Jika pemerintah jeli hal-hal ini menjadi acuan motor listrik nasional. Dengan merangkul produsen-produsen yang ada niscaya kebutuhan motor listrik terpenuhi," sebutnya.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed