Prabowo Resmikan Program Motor Listrik Nasional Targetkan 75 Ribu Unit
Presiden Prabowo Subianto meresmikan ekosistem motor listrik nasional (molinas) di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (13/8/2026) guna mempercepat elektrifikasi mobilitas masyarakat dan menargetkan produksi 75 ribu unit pada tahun 2026.
Pengembangan industri kendaraan listrik ini dipimpin oleh PT Len Industri sebagai Lead Integrator Holding Defend ID, dengan target kapasitas produksi mencapai 100 ribu unit per tahun serta penggunaan komponen dalam negeri hingga 60 persen. Pemerintah juga memproyeksikan permintaan motor listrik nasional melonjak hingga 1,5 juta unit pada tahun 2028.
Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI mencatat program yang melibatkan merek lokal seperti Alva, Gesits, dan Cakra NX1 ini diperkirakan memberi dampak ekonomi hingga Rp150 triliun, menciptakan 215 ribu lapangan kerja, serta menghemat neraca dagang energi senilai Rp82,2 triliun. Guna mendorong penyerapan pasar, pemerintah menyiapkan kemudahan berupa skema tanpa uang muka dan cicilan ringan.
"Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, pada pagi hari ini, hari Kamis, tanggal 13 Agustus 2026, secara resmi saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, meluncurkan motor listrik nasional beserta ekosistem pendukung," kata Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia.
Pemerintah juga menyiapkan insentif besar bagi perusahaan lokal yang sanggup memproduksi hingga 1 juta unit motor listrik di dalam negeri. Langkah strategis ini disampaikan Presiden Prabowo saat Sidang Paripurna DPR RI terkait Penyampaian RAPBN 2027 dan Nota Keuangan di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
"Tadi saya sebut kita akan percepat proses elektrifikasi mobilitas rakyat. Subsidi BBM harus kita kurangi secara signifikan. Untuk itu, pemerintah yang saya pimpin kemarin telah meluncurkan ekosistem motor listrik nasional," ujar Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia.
Inisiatif percepatan elektrifikasi ini difokuskan untuk membangun kemandirian industri otomotif nasional dari gempuran produk asing, sekaligus memanfaatkan potensi rantai pasok baterai dalam negeri.
"Selain itu, hari ini kita umumkan, kita akan beri insentif yang cukup besar untuk mereka yang bisa membangun 1 juta motor listrik yang diproduksi di dalam negeri oleh perusahaan Indonesia," ujar Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia.
Penggunaan motor listrik diklaim dapat memangkas beban pengeluaran bahan bakar harian masyarakat secara drastis jika dibandingkan dengan kendaraan bermotor konvensional.
"Kebijakan ini mempunyai tiga tujuan sekaligus: menurunkan biaya kendaraan untuk rakyat, mengurangi konsumsi bahan bakar impor, dan membesarkan industri motor listrik nasional beserta rantai pasok baterai, komponen, perangkat lunak, serta layanan purnajualnya," imbuh Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia.
Hingga saat peresmian, produsen lokal PT Ilectra Motor Group (ALVA) tercatat telah memproduksi sebanyak 20 ribu unit motor listrik di fasilitas pabrik Cikarang.
"Setiap motor listrik buatan anak-anak Indonesia yang berjalan di jalan raya adalah tiga kemenangan sekaligus. Pertama, penghematan bagi rakyat, penghematan bagi keluarga mereka. Kita perkirakan mereka akan membayar 50% lebih rendah dari pengeluaran yang mereka lakukan sekarang untuk motor BBM.
Bahkan bisa nanti hanya 30 persen dari biaya yang mereka keluarkan sekarang. Lalu pengurangan impor energi dan lapangan pekerjaan bagi anak-anak Indonesia," ujar Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia.
Keberadaan skema insentif untuk mendorong kapasitas produksi dan daya beli masyarakat tersebut dipastikan telah mendapatkan alokasi anggaran dari pemerintah pusat.
"Jadi nanti kalau masih ada yang pakai motor bensin yah rasain sendiri. Tadi kita hitung memakai motor listrik dibandingkan motor bensin penghematannya minimal 50 persen, pengeluaran kalian untuk sehari-hari bergerak minimal 50 persen. Bahkan bisa sampai 70 persen di ujungnya," tutur Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengonfirmasi bahwa penyiapan regulasi teknis pendukung insentif kendaraan listrik saat ini sedang memasuki tahap finalisasi.
"Skemanya sedang dimatangkan, tapi kan tadi Pak Presiden sudah menyetujui. Anggarannya sebetulnya sudah ada," ujar Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.
Airlangga menambahkan bahwa penerapan insentif tersebut bakal diprioritaskan bagi merek-merek motor listrik yang menggunakan komponen baterai buatan dalam negeri.
"Untuk produknya, salah satunya Alva, salah duanya Gesits," kata Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow