Prabowo Perintahkan Zulhas Selesaikan Masalah Sampah Nasional

Smallest Font
Largest Font

Presiden Prabowo Subianto memerintahkan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan untuk mengurus penanganan sampah nasional guna mendorong Indonesia menjadi negara maju, sebagaimana dilansir dari Detik Finance.

Penanganan tersebut mendesak dilakukan mengingat data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional Kementerian Lingkungan Hidup mencatat timbulan sampah Indonesia mencapai 25 hingga 71 juta ton pada 2025. Limbah sisa makanan mendominasi hingga 40-45 persen, disusul sampah plastik sebesar 20 persen. Selain itu, sebanyak 75 persen atau 108.652 ton sampah per hari di seluruh wilayah Indonesia dilaporkan belum dikelola secara maksimal.

Kondisi darurat sampah melanda berbagai wilayah, ditandai dengan gunungan sampah yang ketinggiannya menembus 60 meter seperti di Bantar Gebang Kota Bekasi, Tangerang, dan Bali.

"Karena Presiden perintah, bagaimana Indonesia maju kalau sampah saja tidak bisa diatasi. Kalau sampah saja kita tidak bisa urus, bagaimana kita mengurus yang lebih besar. Itu perintah Pak Presiden.

Berapa lama? Saya mengatakan 60-70 persen, 2 tahun selesai," kata Zulkifli Hasan, Menteri Koordinator Bidang Pangan.

Sebagai langkah konkret penanganan darurat, pemerintah mendorong pengoperasian Pengolah Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di sejumlah daerah seperti Bali, Jawa Barat, dan Bekasi, serta merencanakan peresmian fasilitas baru di Sumatera Selatan pada Oktober mendatang.

"PSEL yang ada di Kota Bekasi. Pertama dulu di Bali, Jawa Barat, di Bandung. Terus di sini, berarti sudah tiga.

Yang akan diresmikan, insyaallah, bulan Oktober di Sumatera Selatan. Target kita tadi, Danantara Mas Pandu mengatakan mudah-mudahan 2027-2028 itu bisa selesaikan," kata Zulkifli Hasan, Menteri Koordinator Bidang Pangan.

Pemerintah menargetkan skema pengolahan sampah menjadi energi bersih tersebut dapat menyelesaikan persoalan gunungan limbah yang kian menumpuk di area pembuangan akhir.

"Pengelolaan sampah menjadi energi listrik ini. Nah, tapi itu semua baru yang darurat ini. Seperti Bantar Gebang ini, Kota Bekasi ini darurat.

Di Tangerang itu juga darurat, Bali juga darurat. Tumpukannya sudah sampai 60 meter tingginya," kata Zulkifli Hasan, Menteri Koordinator Bidang Pangan.

Inisiatif pembangunan PSEL Bekasi sendiri melibatkan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) dengan nilai investasi mencapai Rp3 triliun.

"Dan inisiatif yang bernilai Rp3 triliun ini dari sisi investasi diperkirakan menciptakan 1.000 lapangan kerja hijau, serta mengurangi kebutuhan lahan TPA sekitar 90%," kata Pandu Patria Sjahrir, Chief Investment Officer (CIO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara).

Proyek PSEL Bekasi diproyeksikan mampu mengolah 500 ribu ton sampah per tahun, memangkas emisi karbon hingga 640.000 ton, serta memasok energi bersih untuk 55.000 rumah warga.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed