Prabowo Sampaikan Capaian Pemerintahan di Sidang Tahunan MPR 2026
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memaparkan sejumlah capaian kinerja pemerintahan dalam Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI Tahun 2026 yang berlangsung di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, pada Jumat (14/8/2026).
Agenda kenegaraan yang digelar menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tersebut dihadiri oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Presiden ke-7 RI Joko Widodo, Wakil Presiden ke-11 RI Boediono, serta deretan pejabat negara dan pimpinan lembaga tinggi.
Usai penutupan sidang oleh Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin, momen keakraban terlihat ketika Prabowo menghampiri Joko Widodo sekitar pukul 11.49 WIB. Keduanya saling memberikan penghormatan, bersalaman, serta berbincang singkat disertai gestur acungan jempol dari Joko Widodo kepada Prabowo.
Dalam pidato kenegaraannya, Prabowo mengungkapkan bahwa pemerintah telah mengeksekusi 121 kebijakan transformatif selama 663 hari atau 21 bulan masa pemerintahan. Selain itu, Indonesia berhasil mewujudkan swasembada pada delapan komoditas pangan dalam kurun satu tahun, melampaui target awal yang diperkirakan memakan waktu empat hingga lima tahun.
Di bidang pendidikan, pemerintah merencanakan pengenalan bahasa asing mulai dari tingkat Sekolah Dasar. Kurikulum tersebut akan berfokus pada bahasa-bahasa yang dipergunakan secara luas di tingkat internasional.
"Kita akan mulai bahasa asing untuk anak-anak kita mulai dari SD. SD kelas 1 mereka harus mulai bahasa asing; bahasa yang paling penting: bahasa Inggris, bahasa Mandarin, bahasa Arab, bahasa Jepang, Korea, bahasa Spanyol, dan bahasa Prancis," ucap Prabowo saat pidato Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD 2026 di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Prabowo turut menegaskan keberlanjutan program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk menekan angka tengkes atau stunting yang saat ini masih mencakup 25 persen anak-anak di Indonesia.
"Tapi itulah kenyataan yang kita hadapi dan kita laksanakan pada pagi hari ini untuk mengatasi itu, untuk mengatasi stunting yang masih dialami oleh anak-anak kita di beberapa tempat setinggi 25 persen, 1 dari 4 anak Indonesia ada yang mengalami stunting," kata Prabowo.
Ia menjelaskan bahwa gangguan tumbuh kembang akibat stunting berpotensi menghambat perkembangan sel tubuh anak sehingga berdampak buruk bagi masa depan mereka.
"Dan karena itu, saya bertekad teruskan program MBG tapi dengan perbaikan dan efisiensi," ujarnya.
Kehadiran para menteri dan pimpinan lembaga dalam forum kenegaraan ini juga dimanfaatkan untuk menegaskan dukungan terhadap prioritas pembangunan nasional. Kepala BNN RI Suyudi Ario Seto menyampaikan komitmen penguatan sinergi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN), sementara Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menyoroti pentingnya penyiapan potensi generasi muda dalam memanfaatkan bonus demografi menuju Indonesia Emas 2045.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow