Prabowo Kenalkan Delapan Tamu Spesial Saat Pidato Kenegaraan di MPR

Smallest Font
Largest Font

Presiden Prabowo Subianto memperkenalkan delapan warga penerima manfaat program prioritas pemerintah sebagai tamu spesial dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Para tamu yang dihadirkan meliputi petani, siswa penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG), murid Sekolah Rakyat, hingga penerima bantuan sosial. Kehadiran mereka dimaksudkan untuk menunjukkan dampak nyata dari kebijakan yang telah dijalankan pemerintah.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi memberikan penjelasan resmi mengenai alasan di balik pengerahan para penerima manfaat tersebut ke forum tertinggi negara di Istana Merdeka, Jakarta, Sabtu (15/8/2026).

"Kemarin di dalam pidato kenegaraan kenapa dihadirkan ya itu untuk sekali lagi membuktikan bahwa apa yang kita kerjakan, program yang kita kerjakan, memang betul-betul memberikan dampak yang memang signifikan gitu," kata Prasetyo Hadi, Mensesneg.

Prasetyo Hadi mencontohkan sektor pertanian yang mengalami peningkatan indeks pertanaman berkat perbaikan sistem irigasi serta alokasi pupuk.

"Awalnya hanya bisa panen satu kali, sekarang sudah bisa menjadi dua kali atau bahkan menjadi tiga kali," ujar Prasetyo Hadi, Mensesneg.

Ia menambahkan bahwa kenaikan hasil panen tersebut mendukung pencapaian swasembada pangan nasional sekaligus menjadi alasan utama apresiasi presiden kepada para produsen pangan.

"Maka Bapak Presiden kan kemarin menyampaikan selain ingin membuktikan bahwa betul-betul itu memiliki dampak, yang paling penting sesungguhnya kemarin substansinya adalah Bapak Presiden ingin mengucapkan terima kasih kepada jajaran-jajaran di bidang-bidang yang dianggap sudah berhasil tadi, termasuk misalnya pangan," ujar Prasetyo Hadi, Mensesneg.

Menurutnya, simbolisasi kehadiran masyarakat tersebut menegaskan peran vital para petani dalam menjaga ketahanan pangan nasional.

"Jadi kehadiran apa penerima manfaat atau petani itu bagian dari Bapak Presiden mengucapkan terima kasih kepada seluruh petani di seluruh Indonesia karena tanpa para petani memiliki iklim yang baik, benih yang baik, pupuk yang tersedia murah, air irigasi yang mengalir, itu tidak akan mungkin tercapai swasembada pangan kita. Jadi konteksnya lebih ke situ," ujar Prasetyo Hadi, Mensesneg.

Dalam pidato kenegaraannya, Presiden Prabowo Subianto memaparkan orientasi intervensi negara terhadap kerja keras seluruh rakyat Indonesia.

"Negara hadir bukan untuk menggantikan kerja keras rakyat. rakyat, negara hadir agar kerja keras rakyat tidak sia-sia," kata Prabowo Subianto, Presiden RI.

Prabowo kemudian menyapa Joko Purnomo, Ketua Kelompok Tani Desa Purwosari dari Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, yang telah bertani selama 20 tahun dan mengalami penurunan harga pupuk sebesar 20 persen.

"Pak Joko ini ketua kelompok tani dari Desa Purwosari, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Pak Joko telah 20 tahun bertani. Dengan air, teknologi, dan pupuk yang telah disediakan oleh pemerintah,” ujar Prabowo Subianto, Presiden RI.

Presiden lalu meminta seluruh anggota majelis memberikan penghormatan kepada Joko atas kontribusinya memproduksi hingga 9 ton padi per hektar.

"Mana Pak Joko? Kita tepuk tangan untuk Pak Joko sebagai wakil dari para petani Indonesia, para pahlawan bangsa produsen pangan bagi seluruh rakyat Indonesia," kata Prabowo Subianto, Presiden RI.

Ketahanan sektor pangan dinilai Presiden sebagai pilar utama kedaulatan bangsa di atas kekuatan militer.

"Kita boleh punya tentara yang paling hebat, boleh punya pesawat terbang yang canggih, kalau tidak ada makan, saya kira bangsa ini berhenti saja sebagai bangsa," ujar Prabowo Subianto, Presiden RI.

Presiden turut memperkenalkan Kristina Beno, siswi asal Merauke, Papua Selatan, yang menerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Pertama kali kamu hadir di MPR ini? Satu saat mungkin kamu duduk di atas sini," ujar Prabowo Subianto, Presiden RI.

Ia menegaskan bahwa pemenuhan gizi berdampak langsung pada kebugaran dan fokus belajar anak-anak di sekolah.

"Berkembang sebagai anak Indonesia yang sehat dan cerdas. Mereka kini punya masa depan yang lebih baik," ujar Prabowo Subianto, Presiden RI.

Selain Kristina, sosok Muhammad Rizky Pratama dan Citra Nur Ramadhani dari Sekolah Rakyat turut disapa. Rizky yang sempat putus sekolah sebelumnya bekerja mengayuh sepeda sambil membawa beban 30 kg ikan.

"Rizky, berdiri lagi. Rizky, berdiri lagi. Bayangkan badan seperti ini naik sepeda membawa 30 kg ikan, luar biasa kau, Rizky. Kau anak yang baik," ucap Prabowo Subianto, Presiden RI.

Negara mengambil langkah penanganan agar anak-anak dari keluarga kurang mampu dapat memperoleh hak pendidikan secara utuh.

"Hari ini Rizky kembali ke sekolah. Ia mendapatkan kembali haknya untuk belajar dan menata cita-cita. Tidak ada investasi yang lebih berharga daripada mengembalikan masa depan seorang anak. Saya yakin Rizky kau akan menjadi pribadi yang kuat," imbuh Prabowo Subianto, Presiden RI.

Mengenai Citra yang berhasil meraih prestasi juara karate tingkat kabupaten, Presiden memberikan gurauan di sela sidang.

"Sepuluh tahun lagi, lah, kau boleh pacaran. Citra, kau boleh pacaran setelah sabuk hitam karatemu, ya. Jadi nggak ada yang berani nanti main-main sama kau, ya," seloroh Prabowo Subianto, Presiden RI.

Di akhir pengenalannya, Presiden menegaskan komitmen pemerintah dalam mendampingi seluruh anak di Indonesia.

"Risky, Citra, dan seluruh siswa-siswi Sekolah Rakyat di mana pun kalian berada, kami di sini untuk kamu semua. Kami semua di sini untuk memastikan bahwa kamu punya masa depan, kamu punya kesempatan yang baik. Tidak ada anak Indonesia pun yang akan kita tinggalkan. Saudara-saudara sekalian," tandas Prabowo Subianto, Presiden RI.

Prabowo juga memperkenalkan Susanah, seorang buruh harian pengupas bawang asal Kabupaten Bogor dengan upah Rp700 ribu per kilogram, yang terbantu oleh Program Keluarga Harapan (PKH) dan Program Sembako.

"Hadir bersama kita Ibu Susanah dari Kabupaten Bogor. Ia bekerja sebagai buruh harian mengupas bawang dengan upah sekitar Rp700 ribu per kilogram. Program Keluarga Harapan dan Program Sembako membantu menjaga pendidikan anak-anaknya," ujar Prabowo Subianto, Presiden RI.

Prestasi siswa Sekolah Rakyat juga tercatat di daerah lain, seperti tujuh siswa di Makassar yang memenangi Olimpiade Nasional Indonesia ke-15 serta Ismi Ulfaidah dari Polewali Mandar yang terpilih menjadi anggota Paskibraka Nasional.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed