Prabowo Subianto Soroti Beban Kerja Kabinet di Nganjuk

Smallest Font
Largest Font

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyoroti tingginya beban kerja para menteri Kabinet Merah Putih yang memicu sejumlah pembantunya jatuh sakit hingga harus menjalani perawatan di rumah sakit. Hal tersebut disampaikan Kepala Negara saat menghadiri acara peresmian Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah di Kabupaten Nganjuk, Provinsi Jawa Timur, pada Sabtu (16/5/2026).

Kondisi kesehatan jajaran kabinet ini diungkapkan Presiden Prabowo setelah mengetahui ketidakhadiran Kepala Badan Pengaturan BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, dalam agenda di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro tersebut. Saat mengabsen satu per satu pejabat serta pimpinan konfederasi serikat pekerja yang hadir, Kepala Negara menyadari absennya Dony.

"Kepala Badan Pengaturan BUMN sekaligus COO Danantara Dony Oskaria, ada? Oh enggak hadir, dicatat," kata Presiden Prabowo Subianto berdasarkan tayangan YouTube Biro Pers Sekretariat Presiden yang dilansir KOMPAS.com.

Presiden Prabowo kemudian menuturkan bahwa para menterinya kerap dipanggil untuk menghadap dirinya karena dua alasan khusus terkait kinerja.

"Nanti menghadap saya, menghadap enggak dapat bonus. Jadi menghadap ada dua macam, kalau prestasi menghadap, kalau ada masalah menghadap juga," kata Presiden Prabowo Subianto.

Meski Dony Oskaria tidak bisa hadir di lokasi acara, Kepala Negara menyatakan dirinya memaklumi situasi tersebut karena memahami padatnya volume tugas yang diemban oleh para bawahannya.

"Enggak, pasti dia sibuk, saking kerja kerasnya masuk rumah sakit dia, beberapa minggu di rumah sakit," ucap Presiden Prabowo Subianto.

Pernyataan mengenai kondisi fisik para menteri tersebut ditegaskan kembali oleh Kepala Negara sebagai dampak dari dedikasi kerja yang tinggi.

"Ini menteri-menteri saya banyak masuk rumah sakit karena kerja keras," kata Presiden Prabowo Subianto.

Selain membahas absennya COO Danantara, Presiden Prabowo juga melontarkan candaan kepada Menteri Lingkungan Hidup, Jumhur Hidayat, yang turut hadir dalam kapasitasnya sebagai Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI). Candaan tersebut menyinggung rekam jejak masa lalu Jumhur yang pernah beberapa kali menghadapi persoalan hukum.

"Menteri Lingkungan Hidup yang sekaligus adalah Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia. Kok enggak pakai kaos buruh? Kapan terakhir di penjara?" kata Presiden Prabowo Subianto kepada Jumhur seperti dilansir tirto.id.

Kepala Negara menambahkan bahwa figur yang dahulu kerap masuk penjara kini telah bertransformasi menjadi seorang menteri yang berpotensi memimpin di atas podium pada masa mendatang.

"Bolak-balik masuk penjara, sekarang jadi menteri. Kita gak tahu, suatu saat dia di atas podium, kita gak tahu," ujar Presiden Prabowo Subianto.

Berdasarkan catatan hukum yang dikutip tirto.id, Jumhur Hidayat sebelumnya pernah divonis hukuman 10 bulan penjara oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada tahun 2021 atas kasus penyebaran berita bohong. Kasus tersebut menjerat Jumhur setelah dirinya mengunggah cuitan di media sosial Twitter yang mengkritik pengesahan RUU Cipta Kerja menjadi undang-undang pada 7 Oktober 2020.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed