Pramono Anung Ungkap PKB Pengusung Utama Megawati Jadi Wapres
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menghadiri Pelantikan Pimpinan DPC PKB se-Indonesia dan Harlah ke-28 PKB di Alun-Alun Fatahillah, Jakarta, Rabu (22/7/2026). Dalam sambutannya, Pramono mengenang sejarah PKB yang menjadi partai utama pengusul Megawati Soekarnoputri sebagai Wakil Presiden.
Pramono menceritakan kedekatannya dengan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar sejak gerakan mahasiswa 1998 yang menjadi awal keterlibatannya dalam momen bersejarah tersebut. Kedekatan personal itu membuatnya menyaksikan langsung proses pencalonan Megawati kala situasi politik penuh ketegangan.
"Saudara-saudara sekalian, kedekatan yang sangat personal itulah yang kemudian mengantarkan peristiwa Ibu Megawati menjadi Wakil Presiden pada waktu itu," kata Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.
Pramono menegaskan bahwa PKB yang secara penuh mengajukan nama Megawati, sementara PDI Perjuangan saat itu tidak mengusulkan calon untuk posisi Wakil Presiden.
"Pada waktu itu yang diminta oleh Ibu Megawati, saya dan kemudian dari PKB Mbak Khofifah, karena peristiwanya dengan penuh ketegangan. Singkat cerita, alhamdulillah Ibu Mega menjadi Wakil Presiden itu yang mencalonkan adalah PKB. Seratus persen PKB. Pada waktu itu PDIP tidak mengajukan, PKB yang mengajukan," lanjut Pramono Anung.
Pengungkapan fakta sejarah ini disampaikan Pramono karena ia menilai masih banyak kader muda PKB yang belum mengetahui peristiwa politik tersebut.
"Kenapa saya sampaikan ini, Saudara-saudari sekalian. Saya yakin di antara Saudara-saudari sebagian mungkin belum tahu tentang sejarah itu," ujar Pramono Anung.
Selain mengenang rekam jejak sejarah, Pramono mengapresiasi kepemimpinan Muhaimin Iskandar yang berhasil membawa PKB bangkit dan menambah perolehan kursi di DPR RI hingga mencapai 68 kursi.
"Saya termasuk yang mengikuti betapa hebatnya Ketua Umum PKB ini dari tahun 2005 sampai sekarang, main roller coaster naik turun. Pernah tiba-tiba kursinya 28. Dulu kalau dia Cak Imin aja mesakno (kasihan) banget Ketua Umum-nya. Tetapi beliau lah yang kemudian dengan gigih membangun partai ini," ucap Pramono Anung.
Pramono menambahkan catatan peningkatan legislatif partai tersebut melampaui perolehan pada Pemilu 1999 yang saat itu meraih 52 kursi.
"Dan sekarang ini pada puncaknya, 68 kursi. Bahkan lebih tinggi ketika tahun 1999, ketika itu 52 kursi kalau tidak salah," lanjut Pramono Anung.
Dalam kesempatan yang sama, Pramono memaparkan perkembangan ekonomi Jakarta yang tumbuh 5,59 persen dengan inflasi terendah di Jawa, serta komitmen membuka ruang publik Bundaran HI untuk seluruh perayaan keagamaan.
"Dulu ketika saya pertama kali mengadakan Christmas Carol kolosal di Bundaran HI, semua orang kaget. Saya bilang harus bisa. Ini adalah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang untuk semua agama boleh tampil di Bundaran HI," kata Pramono Anung.
Acara konsolidasi dan regenerasi pengurus DPC PKB tersebut ditutup dengan apresiasi Pramono atas ketangguhan kepemimpinan Muhaimin Iskandar dalam membesarkan partai.
"Prestasi PKB dan juga kepemimpinan Bapak Muhaimin Iskandar sudah sangat teruji. Konsolidasi ini, regenerasi ini luar biasa. Saya ingin mengucapkan selamat, mudah-mudahan pelantikan ini membawa berkah, membawa kemajuan bagi PKB di masa-masa mendatang," tutup Pramono Anung.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow