Prancis Ganti Peta Dunia untuk Tampilkan Ukuran Benua Lebih Akurat
Prancis memutuskan untuk mengubah standar peta dunia yang digunakan dengan meninggalkan proyeksi Mercator yang selama ini umum dipakai. Langkah ini diambil karena proyeksi Mercator dianggap menampilkan ukuran benua secara tidak proporsional, terutama memperkecil benua Afrika dan memperbesar wilayah kutub seperti Greenland dan Rusia bagian utara.
Kementerian Luar Negeri Prancis memilih beralih menggunakan proyeksi Eckert IV yang lebih akurat dalam merepresentasikan ukuran benua secara proporsional. Dengan perubahan ini, ukuran Prancis di peta akan tampak lebih kecil jika dibandingkan dengan negara-negara yang berada di dekat ekuator, sama seperti halnya Amerika Serikat dan Rusia.
Menteri Luar Negeri Prancis, Jean Noel Barrot, mengatakan bahwa sudah saatnya dunia melihat peta dengan cara yang lebih benar, bukan lagi berdasarkan warisan peta yang dibuat oleh navigator Barat pada abad ke-16. Ia menjelaskan bahwa peta tidak pernah benar-benar netral, dan proyeksi Mercator membuat wilayah negara kuat seperti Amerika Serikat, Rusia, dan China terlihat lebih besar dibandingkan Afrika, Amerika Latin, atau Asia Tenggara.
Peralihan ini sebenarnya telah dimulai sejak 2021, ketika penggunaan proyeksi Mercator mulai dikurangi secara bertahap di situs diplomasi Prancis. Meski demikian, peta Mercator masih digunakan dalam kasus terbatas, khususnya untuk peta regional di sekitar ekuator dan navigasi maritim.
Keputusan Prancis ini sejalan dengan resolusi Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa yang secara resmi memilih beralih dari proyeksi Mercator ke model Equal Earth sejak 2018. Resolusi yang diberi judul "Correcting the map" ini mendapat dukungan 164 negara anggota dan mendorong penggunaan peta yang lebih akurat dalam merepresentasikan ukuran benua di dunia.
Uni Afrika sendiri telah mengadopsi proyeksi Equal Earth sejak Maret, sementara Amerika Serikat menolak resolusi tersebut dan menyebutnya sebagai proyek ideologis. Beberapa negara lain memilih abstain dalam pemungutan suara tersebut.
Meski demikian, PBB menegaskan bahwa peta Mercator tidak akan hilang sepenuhnya dan tetap relevan untuk beberapa keperluan. Platform digital seperti Google Maps masih menggunakan versi dari proyeksi ini.
Di sisi lain, penggunaan peta Mercator di sekolah-sekolah Prancis masih dominan, meskipun ada beberapa buku pelajaran yang mulai memperkenalkan proyeksi Eckert atau Peters, namun sangat jarang ditemukan.
Keputusan ini merupakan bagian dari upaya global untuk menghadirkan pemetaan dunia yang lebih adil dan akurat, sehingga memudahkan pemahaman yang benar tentang ukuran dan posisi geografis suatu wilayah.
Informasi ini dikutip dari Detik iNET yang melaporkan perubahan kebijakan peta dunia oleh Prancis dan dukungan internasional dalam pemakaian proyeksi peta yang lebih proporsional.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow