Kota di Prancis Lukis Jalanan Sekolah untuk Atasi Masalah Lalu Lintas

Smallest Font
Largest Font

Sejumlah kota di Prancis menerapkan strategi visual lukis jalanan dan pembatasan akses kendaraan di sekitar kawasan sekolah guna menekan risiko kecelakaan lalu lintas bagi para siswa, seperti yang diresmikan di Nantes pada Jumat (4/9/2026).

Langkah penataan lalu lintas tersebut dilakukan setelah meningkatnya kepadatan kendaraan motor pada jam masuk dan keluar sekolah yang membahayakan anak-anak. Pemerintah daerah bersama komunitas warga berupaya mendorong para pengemudi untuk mengurangi kecepatan saat melintasi area sekolah.

Di Kawasan Port Boyer, Nantes, warga beserta pihak sekolah dan pemerintah setempat mengubah status Rue de l’Éraudière menjadi zone de rencontre atau zona interaksi. Perubahan status ini memungkinkan pengerjaan lukisan moral berwarna cerah di atas aspal untuk menarik perhatian pengemudi kendaraan.

"Banyak kendaraan melintas di jalan ini pada jam masuk dan keluar sekolah sehingga menimbulkan risiko bagi anak-anak. Harus ada tindakan, tetapi secara damai," kata Vincent Troillard, pemrakarsa proyek dan orang tua siswa kelas CE2.

Proyek senilai 10.000 euro dari Nantes Metropole ini dilengkapi dengan penyempitan badan jalan serta penambahan area parkir sepeda yang dikerjakan sepanjang Juli dan Agustus 2026.

"Pendekatan kami tetap menyenangkan dan damai. Oleh karena itu, muncul keinginan untuk memikirkan bersama pilihan bentuk, warna, dan kata-kata," ujar Vincent Troillard, pemrakarsa proyek.

Kata-kata seperti persaudaraan, keanekaragaman, dan ruang untuk tersenyum dilukis di atas jalan satu arah tersebut. Langkah ini legal dilakukan setelah perubahan status kawasan oleh pemerintah metropolitan.

"Hal yang sebelumnya dilarang tanpa adanya perubahan status yang dilakukan oleh pemerintah metropolitan ini," kata Vincent Troillard, pemrakarsa proyek.

Sementara itu, di Rue Jules-Michelet, Guyancourt, Pemerintah Kota bekerja sama dengan Yayasan Renault dan agensi PALM melukis jalanan serta area penyeberangan pejalan kaki berdasarkan karya seni anak-anak melalui program Sécurité École by Art. Skema ini dirancang tanpa menutup jalan, melainkan mengandalkan kesadaran pengemudi.

Sebagai perbandingan, Kota Versailles memilih menerapkan aturan yang lebih ketat di Rue Edme-Frémy. Kendaraan bermotor dilarang melintas pada dua jadwal jam sekolah selama empat hari dalam seminggu untuk memastikan keselamatan akses para siswa.

Inisiatif lukisan jalanan ini mengacu pada studi asal Amerika Serikat tahun 2022 terhadap 17 lokasi asphalt art yang mencatat penurunan angka kecelakaan rata-rata sebesar 17 persen setelah pemasangan karya seni di permukaan jalan.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed