Presiden Korea Selatan Perintahkan Investigasi Setelah Timnas Gugur dan Pelatih Mundur
Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung memerintahkan Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata untuk menginvestigasi kegagalan tim nasional sepak bola putra dalam Piala Dunia 2026 setelah pelatih kepala Hong Myung-bo resmi mengundurkan diri.
Langkah tegas ini diambil menyusul kegagalan skuad Taeguk Warriors melaju ke babak gugur setelah dipastikan tersingkir pada Sabtu (27/06). Dilansir dari BBC, Korea Selatan yang berada di Grup A hanya menempati peringkat ketiga di bawah Meksiko dan Afrika Selatan setelah menelan dua kekalahan dan satu kemenangan.
Berdasarkan laporan detikSport, timnas Korea Selatan mengoleksi tiga poin dari kemenangan tipis 2-1 atas Republik Ceko sebelum kalah beruntun dari Meksiko dan Afrika Selatan. Hasil tersebut menempatkan Korea Selatan di peringkat ke-10 dari 12 tim pada klasemen peringkat ketiga terbaik, sementara hanya delapan tim teratas yang berhak lolos ke babak 32 besar.
Kegagalan ini memicu gelombang kritik publik di dalam negeri hingga munculnya ancaman pembunuhan daring terhadap Hong Myung-bo di Bandara Incheon yang dipantau ketat oleh pihak kepolisian setempat. Selain itu, penunjukan Hong sejak awal tahun 2024 telah diwarnai isu korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) oleh asosiasi sepak bola yang dianggap mengabaikan kandidat asing kompeten.
Presiden Lee Jae-myung melalui media sosial X menyampaikan kekecewaan mendalam atas hasil yang dinilai sebagai kegagalan organisasi dan personel akibat mengutamakan favoritisme dibanding kompetensi.
"Saya bukan cuma terkejut dengan hasil yang tak terduga ini, saya benar-benar bingung," ungkap Presiden Lee Jae-myung seperti dikutip dari detikSport.
Presiden Lee menambahkan bahwa partisipasi Piala Dunia ini melibatkan investasi uang pajak nasional dan sumber daya dukungan negara yang signifikan.
"Meningat bahwa uang pajak nasional dan sumber daya dukungan dari negara yang signifikan diinvestasikan bahkan untuk partisipasi Piala Dunia, saya meminta agar Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata menyelidiki secara menyeluruh keadaan pasti dari insiden ini, menganalisis penyebabnya, dan mengembangkan langkah-langkah menyeluruh untuk mencegah terulangnya kejadian serupa dan untuk perbaikan." kata Presiden Lee Jae-myung.
Pemerintah Korea Selatan kini berkomitmen untuk melakukan perubahan besar dalam sistem olahraga nasional.
"Kami akan mendorong reformasi administrasi olahraga untuk memastikan hal begini tak akan pernah terulang lagi." tegas Presiden Lee Jae-myung.
Di sisi lain, mantan penyerang dan pahlawan Piala Dunia 2002 Hong Myung-bo memilih mundur dan menyampaikan permohonan maaf terbuka pada Minggu (28/06) setelah melatih timnas selama dua tahun.
"kami tidak memberikan hasil yang diharapkan para penggemar," kata Hong Myung-bo dalam konferensi pers di Meksiko yang dilansir BBC.
Meskipun mundur dari kursi pelatih, Hong menyatakan komitmennya untuk tetap memantau perkembangan sepak bola di negaranya.
"Meski saya meninggalkan tim nasional, saya tidak sepenuhnya meninggalkan sepak bola Korea," ujar Hong Myung-bo.
Hong berharap publik bisa memberikan kepercayaan kembali kepada tim nasional di masa depan.
"Saya akan mendukung tim nasional dari lubuk hati terdalam dan berharap tim ini kembali dipercaya dan dicintai oleh masyarakat." ucap Hong Myung-bo.
Terkait keputusan-keputusan kontroversial selama menukangi tim, Hong menegaskan seluruh tindakannya berorientasi pada kemajuan tim.
"Menerima pekerjaan ini bukanlah pilihan yang mudah," tutur Hong Myung-bo.
Hong menyadari posisinya sebagai pelatih kepala memikul beban tanggung jawab penuh atas kegagalan tim di turnamen besar ini.
"Saya tidak bisa mengatakan setiap keputusan yang diambil sudah benar, tetapi saya bisa mengatakan bahwa saya membuat setiap keputusan dengan mempertimbangkan sepak bola Korea," kata Hong Myung-bo.
Pernyataan senada juga dikutip oleh CNN Indonesia dari Yahoo Sports mengenai keputusan Hong untuk menyudahi masa jabatannya.
"Saya benar-benar meminta maaf pada masyarakat Korea yang mendukung tim ini. Hari ini, saya memutuskan mundur." kata Hong Myung-bo.
Hong menegaskan komitmen awal saat menerima jabatan ini demi menuntaskan tugas negara.
"Mengambil tugas ini tidak akan pernah jadi pilihan yang mudah, namun sejak saya menerimanya, fokus saya hanyalah memenuhi tugas dan tanggung jawab hingga akhir," ujar Hong Myung-bo.
Melalui laporan Chosun, Hong menegaskan penolakan untuk berdalih dan siap menerima segala konsekuensi dari hasil buruk di fase grup.
"Saya tidak akan mengklaim bahwa semua keputusan saya benar. Pelatih adalah posisi ketika penjelasan tidak akan bisa membenarkan hasil yang ada." tutur Hong Myung-bo.
Eks pelatih yang pernah gagal membawa Korea Selatan lolos fase grup pada Piala Dunia 2014 ini menutup pernyataannya dengan mengakui ekspektasi publik yang tidak terpenuhi.
"Karena itu saya berdiri di sini untuk mengambil tanggung jawab dibanding memberi alasan. Saya gagal memberikan hasil yang diharapkan publik. Tanggung jawab ada pada saya, sebagai pelatih," kata Hong Myung-bo.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow