Presiden Rusia dan China Kirim Surat Selamat untuk Peringatan 100 Tahun Fidel Castro di Kuba

Smallest Font
Largest Font

Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden China Xi Jinping mengirim surat ucapan selamat kepada pemerintah Kuba pada 10 Agustus 2026 untuk memperingati seratus tahun kelahiran tokoh revolusi Fidel Castro.

Surat tersebut disampaikan dalam acara pembukaan Coloquio Internacional Fidel di Havana, yang berlangsung dari 10 hingga 13 Agustus 2026, bertepatan dengan tanggal kelahiran Castro.

Dalam suratnya, Putin menyebut Fidel Castro sebagai simbol kebebasan, keadilan, dan patriotisme bagi rakyat Kuba dan jutaan orang di berbagai negara.

Perwakilan khusus Presiden Rusia untuk kerja sama budaya, Mikhail Shvydkoy, membacakan surat tersebut kepada Jenderal Tentara Raúl Castro dan Presiden Kuba Miguel Díaz-Canel Bermúdez.

Putin juga menegaskan bahwa Fidel Castro selalu dihormati di Rusia karena kontribusinya dalam mengembangkan hubungan persahabatan antara kedua negara.

"Di Rusia, Fidel Castro selalu mendapat penghormatan tulus," ujar Putin dalam suratnya.

"Dia adalah teman yang setia dan dapat diandalkan bagi Rusia," tambahnya.

Selain itu, Xi Jinping melalui surat yang dibacakan oleh Liu Haixing, anggota Komite Sentral Partai Komunis China dan kepala Departemen Internasional, menyoroti peran Fidel Castro dalam mempererat hubungan antara Kuba dan China.

Xi menyebut hubungan kedua negara sebagai contoh kerja sama antarnegara sosialis yang kuat dan berkelanjutan.

"Warisan Fidel akan tercatat dalam sejarah," ujar Xi Jinping dalam suratnya.

Hubungan Kuba dengan Rusia dan China sudah terjalin selama beberapa dekade sebagai sekutu tradisional.

Pada kesempatan terpisah, Presiden Kuba Miguel Díaz-Canel mengapresiasi bantuan dari China berupa 5.000 sistem fotovoltaik untuk mengatasi krisis energi yang tengah melanda negara tersebut.

China juga telah memberikan bantuan keuangan sebesar 80 juta dolar AS dan 60.000 ton beras pada awal 2026 setelah sebelumnya memberikan donasi 100 juta dolar AS pada 2024.

Sementara itu, Rusia mengirimkan kapal tanker berisi minyak mentah pada Maret 2026 dengan total sekitar 730.000 barel, yang membantu meringankan krisis energi selama sekitar 15 hari.

Krisis energi di Kuba berlangsung sejak pertengahan 2024 akibat sistem energi yang usang dan terbatasnya investasi, diperparah oleh blokade minyak dari Amerika Serikat yang menghambat pasokan minyak ke negara itu.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed