Pembatalan 2.312 Penerbangan China-Jepang Terkait Ketegangan Politik

Smallest Font
Largest Font

Pembatalan sebanyak 2.312 penerbangan antara China dan Jepang terjadi selama Juli hingga Agustus, sebagai dampak ketegangan politik yang terus berlanjut antara kedua negara, dilansir dari Detik Travel.

Jumlah pembatalan tersebut mencapai 30,7 persen dari total penerbangan yang dijadwalkan di periode tersebut. Pada Juli saja, tercatat 1.195 pembatalan atau 31,4 persen dari penerbangan terjadwal.

Menurut Flight Master, Jepang terlempar dari posisi tiga besar tujuan internasional utama bagi penerbangan China pada Juli-Agustus, kalah oleh Korea Selatan, Thailand, dan Malaysia.

Li Hanming, analis penerbangan independen, menyebutkan bahwa pada September diperkirakan 780 penerbangan rute China-Jepang akan dibatalkan, mencakup 150 hingga 200 rute penerbangan.

Penurunan penerbangan ini sangat kontras dengan performa sektor penerbangan China secara keseluruhan pada musim panas tersebut, yang mencatat rekor jumlah penumpang dan tingkat keterisian kursi tinggi.

Maskapai China melayani 153,64 juta perjalanan penumpang antara 1 Juli hingga 31 Agustus, meningkat 4,4 persen dari tahun sebelumnya. Lalu lintas penumpang internasional naik 3,1 persen, sementara tingkat keterisian kursi rata-rata mencapai 87,4 persen, dengan rekor tertinggi 88,8 persen pada Agustus.

Penurunan perjalanan rute China-Jepang terjadi karena memburuknya hubungan politik sejak November lalu, kala Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengeluarkan pernyataan kontroversial mengenai Taiwan.

Sebagai respons, Beijing mengeluarkan peringatan perjalanan bagi warganya untuk tidak mengunjungi Jepang. Permintaan perjalanan menurun secara konsisten, mendorong maskapai China mengurangi penerbangan ke Jepang.

Data dari Japan National Tourism Organisation menunjukkan kunjungan wisatawan China ke Jepang merosot 56,1 persen pada Juli secara tahunan, melanjutkan tren penurunan sejak Desember 2025. Selama tujuh bulan pertama tahun ini, penurunan mencapai 56,3 persen.

Kapasitas penerbangan dari China ke Jepang hanya pulih 46,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2019. Sebagai perbandingan, penerbangan ke negara lain seperti Korea Selatan, Malaysia, Singapura, Vietnam, Rusia, dan Indonesia telah melampaui tingkat tahun 2019.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed