Xi Jinping Kunjungi Mesir dan Serukan Kedaulatan Timur Tengah
Presiden China Xi Jinping melakukan kunjungan kenegaraan selama dua hari di Mesir sejak 1 September 2026, di tengah ketegangan yang meningkat di Timur Tengah. Dalam pertemuan dengan Presiden Mesir Abdel Fattah el Sisi di Kairo, Xi menyerukan agar negara-negara di kawasan tersebut menjadi penentu nasibnya sendiri dan menolak campur tangan pihak luar.
Xi tiba di Kairo dengan sambutan resmi termasuk penghormatan tembakan meriam sebanyak 21 kali di Istana Kepresidenan Ittihadiya. Kunjungan ini merupakan yang pertama sejak sepuluh tahun terakhir dan menjadi momentum penting bagi hubungan bilateral serta situasi Timur Tengah yang sedang memanas.
Dalam pertemuan tersebut, Xi menegaskan dukungan China untuk pembangunan arsitektur keamanan baru di Timur Tengah.
"China mendukung negara-negara kawasan dalam membangun arsitektur keamanan baru bagi Timur Tengah," ujar Xi, menurut kantor berita Xinhua.
Xi menegaskan pentingnya menolak campur tangan asing dan memperkuat dialog perdamaian dan keamanan di kawasan itu.
Kita harus menjunjung tinggi prinsip bahwa masyarakat Timur Tengah harus tetap menjadi penentu nasib mereka sendiri, menentang campur tangan pihak luar, dan mendukung negara-negara kawasan dalam memperkuat dialog mengenai perdamaian dan keamanan, tegas Xi,
Dia juga mengajak China dan Mesir untuk bersama-sama menentang unilateralisme dan tindakan intimidasi. Xi menyerukan solusi komprehensif dan keamanan bersama di wilayah tersebut, serta menempatkan isu Palestina sebagai inti persoalan Timur Tengah.
Isu Palestina tetap menjadi inti dari persoalan Timur Tengah dan tidak seharusnya diabaikan atau dikesampingkan, kata Xi.
Xi juga mendukung peran efektif Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di kawasan dan mendesak kekuatan luar untuk meninggalkan standar ganda terkait Timur Tengah. Dia menegaskan kesiapan China bekerja sama dengan negara-negara di Timur Tengah menjaga keamanan jalur pelayaran internasional di tengah ketegangan Selat Hormuz akibat konflik AS-Iran.
Menurut pernyataan dari kantor kepresidenan Mesir, kedua pemimpin menyerukan solusi diplomatik dan kesepakatan komprehensif untuk mengakhiri perang di kawasan tersebut.
Selain membahas isu regional, Xi dan Sisi juga membicarakan penguatan kerja sama bilateral, terutama di bidang energi hijau, kendaraan listrik, kedirgantaraan, ekonomi digital, dan teknologi pertanian modern.
Sebelum kunjungan ke Mesir, Xi melakukan pertemuan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Kirgistan dalam rangka menghadiri pertemuan puncak Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO). Putin menyatakan bahwa kerja sama antara Rusia dan China berkembang sukses di berbagai bidang, termasuk inovasi digital dan kecerdasan buatan yang membuka peluang baru bagi pembangunan ekonomi kedua negara.
Dalam pernyataan bersama setelah pertemuan di Kairo, Mesir dan China menegaskan bahwa isu Palestina adalah pusat perdamaian dan stabilitas di Timur Tengah dan mendukung pembentukan negara Palestina merdeka dengan batas wilayah 4 Juni 1967 serta Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya.
Kedua negara menolak keras rencana pengusiran paksa warga Palestina dari tanah mereka dan menyerukan pemantapan gencatan senjata di Gaza serta akses tanpa hambatan bagi bantuan kemanusiaan, sekaligus mendukung kembalinya Otoritas Palestina mengelola Jalur Gaza.
What's Your Reaction?
-
1
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow