PRISM Manfaatkan Teknologi AI untuk Optimalkan Layanan Perhotelan
Teknologi kecerdasan buatan (AI) kini mulai diterapkan guna menunjang operasional bisnis perhotelan di Indonesia. Penggunaan AI tersebut difokuskan untuk mengelola komunikasi dengan konsumen hingga menganalisis masukan tamu, sebagaimana dilansir dari Detikcom.
Langkah otomatisasi ini diambil untuk menjawab tantangan industri hospitality yang membutuhkan kecepatan layanan, khususnya saat lonjakan pemesanan terjadi. Melalui teknologi ini, interaksi rutin dapat ditangani tanpa mengurangi tingkat kepedulian terhadap pelanggan.
Induk perusahaan OYO, PRISM, menjadi salah satu pelaku usaha yang mengadopsi teknologi AI untuk operasionalnya di Indonesia. Perusahaan tersebut mengoperasikan AI Voice Agent guna mempercepat verifikasi pengguna serta merespons interaksi layanan yang bersifat berulang.
Sistem berbasis suara tersebut diprogram untuk menjalankan dialog secara otomatis dengan para tamu. Mekanisme ini memungkinkan proses komunikasi berlangsung dalam skala besar sekaligus menjaga ritme dan kualitas pelayanan secara konsisten.
Selain menangani percakapan, AI dimanfaatkan untuk memproses data dari hasil survei pelanggan. Analisis terhadap data berukuran besar tersebut membantu mengidentifikasi tren kepuasan, mendeteksi masalah berulang, serta memetakan pergeseran ekspektasi tamu.
Hasil pemrosesan data tersebut menjadi landasan evaluasi bagi pengelola hunian untuk melakukan pembenahan kualitas layanan berbasis data terukur.
Langkah Transformasi Digital Industri Hospitality
Country Head PRISM Indonesia Abhijeet Singh menjelaskan bahwa integrasi teknologi merupakan langkah strategis perusahaan dalam menjaga performa layanan di tengah ekspansi bisnis yang terus berjalan.
"Seiring bisnis kami terus berkembang, pemanfaatan solusi berbasis AI memungkinkan kami untuk meningkatkan efisiensi operasional sekaligus mempertahankan layanan pelanggan yang cepat, konsisten, dan personal," kata Abhijeet dalam keterangan tertulis, Kamis (10/9/2026).
Abhijeet menambahkan bahwa pemanfaatan kecerdasan buatan merupakan bagian dari agenda transformasi digital untuk menyesuaikan ekspektasi publik yang dinamis.
Sejalan dengan hal tersebut, Regional Senior Sales Director AI Rudder Frank Cho menyampaikan bahwa integrasi sistem suara berteknologi AI mampu memperkuat interaksi pelanggan serta efisiensi operasional.
"Kami bangga dapat bermitra dengan PRISM untuk membantu menghadirkan pengalaman pelanggan yang lebih cepat, responsif, dan personal melalui teknologi voice berbasis AI," ujarnya.
Penerapan teknologi ini mengalihkan penanganan tugas-tugas administratif rutin kepada sistem otomatis. Dengan demikian, tenaga kerja manusia dapat dialokasikan secara khusus untuk menangani kebutuhan tamu yang memerlukan tindakan langsung.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow