Proyek Tol Puncak Masih Tahap Studi Kelayakan
Pembangunan Tol Caringin-Puncak-Cianjur atau Tol Puncak di Jawa Barat belum memiliki kepastian karena masih berada dalam tahap studi kelayakan, dilansir dari Detik Finance. Proyek ini digagas untuk meringankan kemacetan menuju kawasan wisata Puncak, Bogor.
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menyatakan studi kelayakan proyek tersebut belum rampung. Ia meminta agar proses studi dapat diselesaikan tahun ini agar bisa dilanjutkan ke tahap Detail Engineering Design (DED) dan segera dilelang.
"FS-nya sepertinya belum kelar," ujar Dody usai rapat kerja dengan Komisi V DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (2/9/2026).
Dody menambahkan, jika studi kelayakan selesai tahun ini, pembangunan fisik Tol Puncak bisa dimulai pada 2027. Proyek ini sebelumnya telah tercantum dalam Rencana Umum Jaringan Jalan Tol dengan target operasi pada 2030-2034.
"Saya minta kalau bisa tahun ini selesai, supaya bisa dilanjutkan ke DED dan tahun depan mulai fisiknya," ucapnya.
Menurut Danang Parikesit, mantan Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR, total biaya konstruksi Tol Puncak mencapai Rp 24,37 triliun. Biaya tersebut mencakup pembangunan lima seksi tol sepanjang 51,8 km, dengan rincian seksi 1 (11,6 km) memerlukan Rp 3,1 triliun, seksi 2 (6,9 km) Rp 2,4 triliun, seksi 3 (9,7 km) Rp 8,02 triliun, seksi 4 (7,3 km) Rp 1,68 triliun, dan seksi 5 (16,3 km) Rp 9,07 triliun.
"Saat ini sudah diberikan izin untuk kajian studi pada PT Matrasarana Arsitama dan Swoosh Capital KFT," kata Danang dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi V DPR RI, Jakarta, Selasa (28/3/2023).
Tol Puncak direncanakan tersambung dengan Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) di kawasan Caringin dan berujung di Cianjur sepanjang 52 km. Meskipun sempat masuk daftar proyek yang akan dilelang pada 2024, studi kelayakan yang belum selesai menghambat pelaksanaan lelang tender.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow