PSIM Yogyakarta Imbang 1-1 Lawan Persita Tangerang di Liga Super

Smallest Font
Largest Font

PSIM Yogyakarta bermain imbang 1-1 melawan Persita Tangerang pada pertandingan Liga Super yang digelar di Stadion Sultan Agung, Bantul, Sabtu 5 September 2026. Babak pertama berakhir tanpa gol dengan PSIM mendominasi penguasaan bola 60 persen dan mencatat tiga tembakan tepat sasaran, sementara Persita tidak berhasil mencatat shot on target meski melakukan lima tembakan. Persita mencetak gol lebih dulu pada menit ke-49 melalui Luquinhas yang memanfaatkan kesalahan koordinasi pertahanan PSIM antara Cahya Supriadi dan Franco Mingo.

PSIM terus berusaha menyamakan kedudukan dan akhirnya berhasil pada menit ke-84 lewat Adrian Purzycki yang memanfaatkan kemelut di depan gawang Persita.

Sementara itu, Dewa United meraih kemenangan 1-0 atas Persik Kediri di Stadion Brawijaya, dengan gol tunggal dicetak Rafael Struick pada menit ke-15. Hasil ini membuat Dewa United berada di posisi ketiga klasemen Liga Super dengan tiga poin, sama dengan Arema FC dan Bali United yang juga menang satu kali.

PSIM dan Persita berada di posisi ketujuh dan kelima klasemen dengan masing-masing satu poin. Pelatih PSIM, Jean-Paul van Gastel, menyambut antusias laga pembuka tersebut yang bertepatan dengan ulang tahun ke-97 klub kebanggaan warga Yogyakarta.

"Ini adalah awal dari musim baru. Saya sangat bersemangat setelah libur panjang dan masa pramusim cukup panjang," kata Van Gastel. "Kami benar-benar ingin segera memulai kompetisi kembali, terlebih besok bertepatan hari ulang tahun PSIM." "Ini akan menjadi hari spesial, dan saya sangat menantikannya," tambah pelatih asal Belanda tersebut.

Pemain bertahan PSIM, Franco Ramos, juga menyatakan kesiapan tim menghadapi laga penting ini.

"Kami sangat antusias menyambut musim baru ini, khususnya karena laga bertepatan hari ulang tahun PSIM. Jadi, kami siap untuk pertandingan besok," ujar Franco Ramos. Franco Ramos mengubah nomor punggung dari 4 menjadi 5 untuk musim ini, yang merupakan nomor yang biasa ia gunakan saat bermain di Argentina. Direktur Utama PSIM, Yuliana Tasno, mengungkapkan kebanggaannya atas perjalanan klub yang kini mendekati usia satu abad.

"Makna usia ke-97 PSIM itu sudah pasti luar biasa karena nilai historisnya sangat kaya," kata Yuliana Tasno.

"Saya selalu mengatakan di media mana pun bahwa saya sangat bangga dengan PSIM. Klub yang diamanahkan oleh Tuhan kepada saya ini memiliki nilai sejarah tinggi dan sangat membanggakan," tambahnya. Yuliana juga menjelaskan bahwa PSIM merupakan salah satu pendiri PSSI dan kantor mereka di Yogyakarta pernah digunakan untuk kongres pertama PSSI.

"Kami memiliki slogan bertajuk Honor the Legacy untuk mengingatkan agar senantiasa menjaga tradisi dan warisan kebudayaan Yogyakarta," ujarnya.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed