PT Mega Capital Sekuritas Catat Pergerakan Saham dan Emiten Terkini
PT Mega Capital Sekuritas melaporkan pergerakan pasar saham dan aktivitas emiten terbaru yang mencakup rencana buyback saham Bank BTPN Syariah, kinerja laba Buana Lintas Lautan, serta penerbitan saham baru oleh Raharja Energi Cepu.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup turun 0,47% ke level 6.636,48 pada perdagangan Jumat (4/9), dengan saham Sinergi Inti Andalan Prima (NATO) naik signifikan 24,63%. Saham IMPC dan TINS juga mencatatkan kenaikan masing-masing 6,76% dan 8,07%. Namun, saham-saham besar seperti BBCA, ASII, dan BMRI mengalami koreksi, dengan investor asing mencatatkan penjualan bersih Rp 317,07 miliar di pasar reguler, menurut laporan dari Detik Finance.
Mayoritas sektor di Bursa Efek Indonesia mengalami penurunan, dengan sektor Transportasi dan Logistik turun terdalam 1,09%, sedangkan sektor Energi naik tipis 0,22%. Bursa Amerika Serikat juga mengalami tekanan dengan indeks Dow Jones turun 0,51% dan Nasdaq turun 0,29%.
Bank BTPN Syariah (BTPS) mengumumkan rencana pembelian kembali saham dengan dana maksimal Rp 1 triliun yang berasal dari ekuitas perseroan.
"Dana tersebut seluruhnya akan berasal dari ekuitas perseroan," ujar PT Mega Capital Sekuritas, dilansir dari Detik Finance.
Rencana buyback ini memungkinkan pembelian maksimal 10% dari modal ditempatkan, sesuai ketentuan yang berlaku. Proforma laporan keuangan per 30 Juni 2026 menunjukkan total aset BTPS diperkirakan turun dari Rp 23,30 triliun menjadi Rp 22,30 triliun, dan total ekuitas berkurang dari Rp 10,26 triliun menjadi Rp 9,26 triliun.
"Laba tahun berjalan juga diperkirakan turun dari Rp 655,49 miliar menjadi Rp 650,16 miliar akibat biaya pelaksanaan buyback," tambah laporan tersebut. Meskipun demikian, laba per saham diproyeksikan meningkat dari Rp 85,09 menjadi Rp 94,54.
Buyback akan berlangsung maksimal 12 bulan sejak 14 Oktober dan membutuhkan persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 13 Oktober.
Buana Lintas Lautan (BULL) mencatat kenaikan laba bersih sebesar 739% pada semester I-2026 menjadi US$58,41 juta, naik dari US$6,96 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.
"Pertumbuhan laba tersebut didukung oleh kenaikan pendapatan dan perbaikan margin," kata laporan dari Detik Finance.
Pendapatan BULL naik 84% menjadi US$128,73 juta, dengan laba kotor meningkat 243% menjadi US$66,05 juta dan margin laba kotor naik menjadi 51,3% dari sebelumnya 27,5%. Kontributor utama pertumbuhan berasal dari bisnis angkutan kapal dan segmen gas yang juga menunjukkan kenaikan signifikan.
BULL berencana memperkuat bisnis LNG dengan menambah armada dan tengah menjajaki opsi rights issue untuk mendukung ekspansi tersebut.
Raharja Energi Cepu (RATU) berencana menerbitkan saham baru melalui private placement sebanyak maksimal 271,51 juta saham, setara 10% dari saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh.
Harga pelaksanaan akan ditetapkan minimal 90% dari rata-rata harga penutupan saham selama 25 hari bursa berturut-turut. Dengan asumsi harga Rp 6.000 per saham, RATU berpotensi memperoleh dana sekitar Rp 1,63 triliun.
"Dana hasil private placement akan digunakan untuk modal kerja dan pengembangan usaha," kata laporan dari Detik Finance.
Aksi ini berpotensi menyebabkan dilusi maksimal 9,09% bagi pemegang saham lama dan masih menunggu persetujuan RUPSLB pada 8 September, dengan pelaksanaan paling lama dua tahun setelahnya.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow