IHSG Turun 0,86 Persen, Emiten Prodia dan GMFI Umumkan Strategi Bisnis Baru

Smallest Font
Largest Font

Perdagangan saham pada Rabu, 19 Agustus 2026, berakhir dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 0,86% ke level 6.394,13, dilansir dari Detik Finance.

Beberapa saham mencatat penguatan seperti DSSA naik 6,67%, MEDC 6,34%, dan ISAT 5,38%. Namun, saham BYAN anjlok 9,41%, memberikan tekanan signifikan terhadap IHSG dengan kontribusi penurunan sekitar 26,63 poin.

Investor asing melakukan net sell sebesar Rp488,49 miliar di pasar reguler, meski secara keseluruhan masih mencatat net buy Rp933,53 miliar.

Sembilan dari sebelas sektor saham melemah, dengan sektor Basic Materials turun 1,21%, sedangkan sektor Infrastructures mencatat kenaikan 0,43%.

Di pasar Amerika Serikat, tiga indeks utama berakhir menguat, dengan Dow Jones naik 0,22%, S&P 500 bertambah 0,21%, dan Nasdaq menguat 0,16%.

PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) menyiapkan dana hingga Rp150 miliar untuk melakukan pembelian kembali saham dari kas internal perseroan.

"Buyback akan dilakukan tanpa memerlukan persetujuan RUPS sesuai POJK 13/2023 dan Surat OJK No. S-10/2026," ujar manajemen PRDA.

Jumlah saham yang dibeli kembali dibatasi maksimal 20% dari modal disetor. Jika buyback terealisasi, total aset diperkirakan turun menjadi Rp2,55 triliun dari Rp2,70 triliun per 31 Desember 2025.

Laba per saham juga diproyeksikan naik dari Rp227,25 menjadi Rp240,33, dan ROE berubah dari 8,0% menjadi 8,5%.

Pelaksanaan buyback berlangsung selama tiga bulan, dari 20 Agustus hingga 19 November 2026, dan saham hasil buyback akan dicatat sebagai treasury stock.

PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI) mengembangkan bisnis Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) untuk segmen pertahanan dengan target kontribusi pendapatan 20% pada 2030.

"Target ini meningkat dari proyeksi sekitar 10% pada 2026," ujar perwakilan GMFI.

Pengembangan segmen pertahanan didukung oleh kebutuhan pemeliharaan armada dalam program modernisasi alat utama sistem senjata.

Pada semester I 2026, pendapatan GMFI tercatat US$114,94 juta, naik 20,53%, dan laba bersih meningkat 78,28% menjadi US$6,76 juta.

GMFI menargetkan pendapatan US$542,79 juta dan laba bersih US$34,47 juta sepanjang 2026.

Perusahaan juga menyelesaikan modernisasi pesawat C-130H Hercules dan mengembangkan Kertajati Aerospace Park sebagai ekosistem MRO pertahanan, serta membuka peluang ekspansi layanan ke pasar internasional.

PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) mencatat peningkatan kinerja pada semester I 2026 dengan pendapatan US$283,37 juta, naik 18,51% dibandingkan tahun sebelumnya.

EBITDA juga naik 24,82% menjadi US$186,28 juta, sedangkan laba bersih tumbuh 26,37% menjadi US$45,22 juta.

Kinerja ini didukung oleh kontribusi aset minyak dan gas yang sudah berproduksi, meskipun saham ENRG masih dalam fase konsolidasi jangka pendek dengan peluang teknikal menuju level Rp1.345.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed