PT MRT Jakarta Kembangkan Kawasan Kota Tua dengan Konsep TOD

Smallest Font
Largest Font

PT MRT Jakarta berencana mengembangkan kawasan Kota Tua menggunakan konsep Transit Oriented Development (TOD) yang serupa dengan Blok M, dengan tetap mempertahankan identitas heritage kawasan tersebut, seperti Chinatown dan Little Amsterdam, dilansir dari Detik Finance.

Pengembangan ini akan berjalan seiring dengan perpanjangan jalur MRT hingga Kota Tua yang ditargetkan selesai pada 2029. Saat ini, fokus pembangunan masih diarahkan pada Stasiun Thamrin dan Monas yang akan beroperasi pada Desember 2027.

Kepala Divisi Business Planning & Expansion MRT Jakarta, R. Samuel Ryan Pradipta Pranowo, menjelaskan bahwa pengembangan kawasan berbasis TOD tidak hanya membangun ruang fisik, tetapi juga ruang aktivitas masyarakat.

"Area kota tua itu akan kami revitalisasi juga. Mudah-mudahan tetap hidup dengan mempertahankan identitas heritage-nya. Jadi heritage Chinatown-nya, Little Amsterdam-nya itu nggak hilang, tapi tetap area-nya akan dibuat hidup dengan kombinasi retail, komunitas, dan lain sebagainya," ujar Samuel dalam Workshop MRT Fellowship 2026 di Wisma Nusantara, Jakarta.

Samuel menambahkan, konsep placemaking yang diterapkan bertujuan menghidupkan kawasan dengan memperhatikan karakter dan demografi agar setiap tempat memiliki 'soul' atau jiwa yang unik.

"Salah satu kunci untuk mengembangkan kawasan dengan konsep ini ialah melalui activity generation partnership, mendorong aktivitas dengan melibatkan komunitas di kawasan tersebut," ujar Samuel.

Dia juga menyebutkan contoh pengembangan di Blok M yang kini berfungsi sebagai pusat kuliner, lifestyle, dan urban youth hub dengan berbagai aktivitas komunitas.

"Sementara di Kota Tua, elemen Glodok, Pecinan, dan heritage tetap dipertahankan. Selain itu, beberapa area akan dikombinasikan dengan unsur modern atau futuristik mengingat Glodok dulunya juga dikenal pusat elektronik," tambah Samuel.

Terkait komunitas yang akan dirangkul, Samuel menyebutkan akan fokus pada komunitas heritage, movie, dan seni, seperti pelukis dan art performer, sesuai tema placemaking yang ditentukan.

Revitalisasi Kota Tua direncanakan berjalan bersamaan dengan pembukaan jalur MRT ke kawasan tersebut pada 2029. Sebelumnya, placemaking akan mulai diterapkan di stasiun Thamrin dan Monas yang dijadwalkan selesai pada Desember 2027.

"(Mulai revitalisasi kawasan) Kota itu akan seiring sejalan dengan target kami 2029, kota sudah dibuka. Nah sebetulnya setelah Extended Concourse, tahun depan, di Desember itu mungkin placemaking terdekat ada di Thamrin sama di Monas," ujar Samuel.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed