MRT Jakarta Kembangkan Kawasan TOD Lewat Konsep Placemaking
PT MRT Jakarta (Perseroda) mengintensifkan penataan kawasan berbasis transit-oriented development (TOD) melalui pendekatan placemaking untuk menghidupkan ekosistem ruang publik dan menggerakkan roda perekonomian di sekitar stasiun pada Rabu (9/9/2026).
Strategi tersebut merubah orientasi bisnis perusahaan melalui konsep Business Beyond Normal. MRT Jakarta kini mengembangkan sumber pendapatan baru dari sektor non-tiket, seperti aktivasi retail, pariwisata, layanan digital, hingga penyelenggaraan acara komunitas di area luar stasiun.
Pengembangan ini mencatatkan dampak finansial langsung bagi BUMD DKI Jakarta tersebut. PT MRT Jakarta membukukan pendapatan sebesar Rp1,5 triliun sepanjang 2025, naik sekitar 7 persen dari tahun sebelumnya yang didorong oleh kontribusi bisnis non-tiket serta kenaikan penumpang.
Langkah ini juga berdampak signifikan pada peningkatan adopsi transportasi umum perkotaan. Jumlah pengguna transportasi publik di Jakarta melonjak pesat dalam tiga tahun terakhir, dari 16 persen naik menjadi 24 persen atau hampir seperempat dari total penduduk Jakarta.
Dalam forum diskusi MRT East-West Corridor Partnership Forum pada Kamis (3/9/2026), perusahaan menegaskan peran strategis jalur perkeretaapian sebagai koridor ekonomi wilayah.
"Kami telah belajar selama tujuh tahun terakhir ini mengoperasikan MRT Jakarta bahwa integrasi antara stasiun dan bangunan di sekitar, termasuk memperbaiki fasilitas pendukungnya, telah berhasil mewujudkan interkoneksi antarmoda yang secara konsisten menaikkan angka keterangkutan MRT Jakarta," kata Farchad, Direktur PT MRT Jakarta (Perseroda).
Interkoneksi wilayah ini akan terus diperluas seiring rencana pembangunan jalur Timur-Barat sepanjang 84 kilometer. Jalur tersebut nantinya membentang melewati tiga provinsi, mulai dari Cikarang di Jawa Barat, melintasi DKI Jakarta, hingga Balaraja di Banten.
Model revitalisasi ruang publik ini mengacu pada keberhasilan penataan kawasan Blok M yang diubah dari area sepi pascapandemi menjadi pusat kegiatan generasi muda dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
"Ruang ketiga ini sebetulnya tempat kita sehari-hari setelah rumah dan tempat tujuan kita. Jadi setelah kita dari rumah ke kantor, apa nih ruang ketiga supaya kita bisa mengekspresikan diri," kata Samuel Ryan Pradipta Pranowo, Division Head Business Planning and Expansion Division MRT Jakarta.
Keberhasilan konsep ini turut didukung oleh integrasi gaya hidup kawasan seperti yang diterapkan di kota-kota besar Jepang.
"Jadi suatu tempat itu harus punya suatu makna atau suatu tema dan harus inklusif, bisa untuk siapapun tidak cuma untuk kaum segmen menengah ke atas, namun menengah ke bawah juga. Dia harus inklusif untuk semua masyarakat," tegas Samuel Ryan Pradipta Pranowo.
Riset memperlihatkan placemaking di kawasan TOD menciptakan efek berganda ekonomi empat hingga lima kali lipat. Penyelenggaraan event festival di area terintegrasi tercatat menyumbang dampak ekonomi sebesar Rp20 miliar hingga Rp30 miliar.
"Pemprov DKI yang menilai dampak dari placemaking ini sebetulnya tidak hanya di kegiatannya, kawasannya, tapi dalam satu kawasan itu transaksinya meningkat seberapa besar," tutur Samuel Ryan Pradipta Pranowo.
Potensi transaksi ekonomi tercatat melonjak tajam saat kawasan menyelenggarakan agenda berskala internasional.
"GBK itu karena levelnya event internasional, bahkan bisa Rp 70-100 miliar di satu event GBK stadion utama. Kalau artisnya luar negeri lebih besar lagi karena satu tiket konsernya itu udah mahal, menginapnya di hotel mewah, pergi ke mall, bahkan bisa sekitar Rp 200 miliar," ungkap Samuel Ryan Pradipta Pranowo.
Kehadiran hampir 500 UMKM yang mengisi tenant di area kelolaan MRT Jakarta turut memperkuat perekonomian inklusif warga.
"Banyak pelaku placemaking kin bergerak untuk menciptakan kawasan dengan suatu jiwa. Jadi tidak cuma membentuk kawasan, tapi di situ harus punya tema dan daya tarik uniknya," imbuh Samuel Ryan Pradipta Pranowo.
Proyek terdekat penataan ini menyasar ruang multifungsi extended concourse Stasiun MRT Bundaran HI yang akan beroperasi sebelum Juli 2027.
"(Bentuk placemaking development) Yang terdekat salah satunya di extended concourse BHI yang unik, karena dia bukan kawasan, dia hanya bagian dari stasiun, tapi placemaking versi mini itu akan mulai dijalankan di situ," kata Samuel Ryan Pradipta Pranowo.
Proyek berlanjut ke Stasiun Thamrin dan Monas pada Desember 2027, beriringan dengan penyelesaian konstruksi MRT Fase 2A rute Bundaran HI-Kota yang mencapai 61,8 persen per Juni 2026.
"Lalu kami juga mengembangkan bisnis TOD, area di sekitar stasiun, yang salah satunya Blok M tadi. Dan mudah-mudahan segera area Kota Tua, itu akan kami revitalisasi juga," ujar Samuel Ryan Pradipta Pranowo.
Stasiun Thamrin dirancang menjadi titik temu sentral perlintasan rute Utara-Selatan dan Timur-Barat.
"Heritage Chinatown-nya, Little Amsterdam-nya itu tidak hilang, tapi tetap areanya akan dibuat hidup dengan kombinasi retail, komunitas, dan lain sebagainya," katanya.
Aksesibilitas yang ditawarkan transportasi massal terbukti menekan biaya dan waktu tempuh harian masyarakat.
"Jadi itu (extended concourse BHI) adalah yang terdekat, tahun depan sudah akan jadi, sebelum bulan Juli, kalau tidak salah ya, itu sudah akan bisa dinikmati placemaking versi terdekat, yaitu di extended concourse BHI," kata Samuel Ryan Pradipta Pranowo.
Perluasan ruang publik ini terus disesuaikan dengan dinamika tren masyarakat perkotaan.
"Thamrin ini cukup unik, karena Thamrin ini stasiun sentral MRT. Jadi nanti (jalur) timur-barat, utara-selatan, crossing-nya di situ," ujar Samuel Ryan Pradipta Pranowo.
Perubahan gaya hidup warga didorong oleh peningkatan fasilitas infrastruktur publik yang makin tertata.
"Nah karena ini crossing, again, ini mix of culture, karena mungkin orang Jakarta Selatan bisa bertemu orang Jakarta Utara, nanti Jakarta Barat-Jakarta Timur sudah mulai bertemu di tengah," kata Samuel Ryan Pradipta Pranowo.
Pelibatan elemen lokal menjadi prasyarat utama agar keberadaan ruang publik dimanfaatkan secara optimal.
"Jadi nanti pasti ini akan ada konsep placemaking baru, yang bisa mengakomodasi masyarakat dari empat regional tadi," ujarnya menambahkan.
MRT Jakarta berkomitmen terus mendesain ruang publik baru di radius 800 meter sekitar stasiun.
"Jadi memang semua komunitas ini harus dirangkul juga, supaya mereka mau bikin aktivitas di tempat yang placemaking-nya tadi sudah dibangun," katanya pula.
Kawasan Kota Tua dan Glodok disiapkan dengan perpaduan nilai sejarah, pecinan, dan nuansa modern yang ditargetkan rampung pada akhir 2029.
"Salah satu event festival yang mencakup satu kawasan, kami sudah interpolasi sehingga kurang lebih dampaknya itu sekitar Rp20 miliar sampai Rp30 miliar saat festival itu terjadi," katanya.
Kawasan dengan infrastruktur lengkap terbukti mampu menarik perputaran uang lebih tinggi.
"Kalau melibatkan pengunjung dari luar negeri, itu mungkin bisa berlipat lagi efeknya, sekitar Rp200 miliar. Angkanya kurang lebih begitu berdasarkan riset dan data yang ada. Jadi besar sebenarnya buat pendapatan Jakarta," kata Samuel Ryan Pradipta Pranowo.
Pengembangan moda publik terus digenjot demi menciptakan mobilitas yang efisien di seluruh sudut Jakarta.
"Biasanya tren lebih cepat terdeteksi di luar, karena di luar negeri pembiayaannya itu lebih cepat, untuk mengeluarkan anggaran untuk mengembangkan konsep baru biasanya mereka nggak terlalu perhitungan," tutur Samuel Ryan Pradipta Pranowo.
Integrasi antarmoda menjadi kunci penting keberhasilan penataan kota berkelanjutan.
"Meningkatnya kualitas hidup sebenarnya berawal dari transportasi, karena transportasi menghemat waktu, uang untuk spending yang lain bersama keluarga dan lain-lain, itu juga bisa menggerakan perekonomian," ujarnya.
Pengembangan kawasan akan tetap mempertahankan prinsip kesetaraan akses bagi seluruh lapisan masyarakat.
"Itu memang akan selalu dijaga oleh MRT, bahwa kami adalah placemaking yang inklusif. Prinsip utamanya di MRT juga bahwa semua segmen harus diakomodasi, no one left behind," tandas Samuel Ryan Pradipta Pranowo.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow