Umat Islam Jalankan Puasa Ayyamul Bidh Terakhir 30 Juni 2026

Smallest Font
Largest Font

Umat Islam di Indonesia melaksanakan hari terakhir puasa sunnah Ayyamul Bidh pada bulan Muharram 1448 Hijriah yang bertepatan dengan Selasa, 30 Juni 2026. Pelaksanaan ibadah pertengahan bulan ini merujuk pada ketetapan dalam Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2026 yang diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI.

Dilansir dari headline.co.id dan unikma.ac.id, terdapat dua versi jadwal puasa Ayyamul Bidh tahun ini akibat perbedaan penetapan awal 1 Muharram 1448 H. Pemerintah bersama Muhammadiyah menetapkan awal bulan pada Selasa, 16 Juni 2026, sehingga Ayyamul Bidh jatuh pada 28 hingga 30 Juni 2026, sedangkan Nahdlatul Ulama menetapkan awal bulan pada Rabu, 17 Juni 2026, sehingga puasa berlangsung pada 29 Juni hingga 1 Juli 2026.

Ibadah sunnah yang dikerjakan setiap tanggal 13, 14, dan 15 bulan Hijriah ini memiliki keutamaan besar dan tata cara yang sama dengan puasa pada umumnya, termasuk anjuran makan sahur serta menahan diri dari hal yang membatalkan sejak fajar hingga Maghrib. Pada tahun ini, pelaksanaan puasa tersebut juga bertepatan dengan puasa Senin, sehingga ulama membolehkan penggabungan niatnya.

Mengenai pahala ibadah ini, terdapat sebuah hadis yang menegaskan besarnya ganjaran bagi umat Muslim yang mengamalkannya secara rutin.

"Puasa sebanyak tiga hari di setiap bulan pahalanya seperti puasa setahun penuh" sabda Rasulullah SAW dalam Hadis Riwayat Bukhari No. 1979.

Anjuran mengenai momentum pelaksanaan puasa ini juga diperjelas melalui riwayat lain dari beberapa perawi hadis keagamaan.

"Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa memerintahkan pada kami untuk berpuasa pada Ayyamul Bidh, yaitu tanggal 13, 14, dan 15 (bulan Hijriah). Dan beliau bersabda, ‘Puasa Ayyamul Bidh itu seperti puasa setahun.'" bunyi Hadis Riwayat Abu Dawud dan An-Nasa’i.

Selain itu, terdapat penegasan nilai ibadah puasa di bulan Muharram yang diposisikan sebagai salah satu bulan paling utama dalam kalender Islam.

"Puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah, yaitu Muharram." sabda Rasulullah SAW dalam Hadis Riwayat Muslim No. 1163.

Terkait ketentuan teknis pelaksanaan ibadah, Rasulullah SAW memberikan petunjuk spesifik mengenai tanggal pelaksanaannya kepada salah satu sahabat.

"Hai Abu Dzar, jika engkau ingin berpuasa tiga hari setiap bulan, maka berpuasalah pada tanggal 13, 14, dan 15." sabda Rasulullah SAW dalam Hadis Riwayat Tirmidzi.

Nilai penting dari konsistensi menjalankan ibadah sunnah ini juga tertuang dalam pesan yang terus dijaga oleh para sahabat Nabi Muhammad SAW.

"Kekasihku (Rasulullah SAW) telah mewasiatkan kepadaku tiga nasihat yang tidak akan pernah aku tinggalkan sampai mati, yaitu berpuasa tiga hari setiap bulan, salat dhuha, dan salat witir sebelum tidur." kata Abu Hurairah RA dalam Hadis Riwayat Bukhari.

Bagi masyarakat yang memiliki utang puasa wajib, terdapat perbedaan pendapat ulama mengenai penggabungan niat puasa Ayyamul Bidh dengan qadha Ramadhan. Sebagian ulama membolehkannya, sementara sebagian lain menganjurkan untuk memisahkan kedua ibadah tersebut agar keutamaan masing-masing dapat diperoleh secara sempurna, dengan catatan niat qadha Ramadhan wajib dilakukan sejak malam hari sebelum fajar.

Follow pdiperjuanganbali.id Add to preferred sources on Google
Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed